IHSG Anjlok ke Level 7.900, Danantara Siap ‘Pasang Badan’
- account_circle donny rosady
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jakarta – Awal pekan yang menegangkan kembali mewarnai pasar modal Indonesia. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (2/2/2026), Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok ke level 7.900 dan langsung terjun bebas ke zona merah.
Meskipun sempat rebound tipis pada Jumat lalu, IHSG pagi ini justru dibuka melemah di level 8.306. Bahkan, indeks sempat menyentuh titik terendah dengan penurunan 5,03% ke level 7.910 pada pukul 09.01 WIB. Hingga pukul 10.13 WIB, IHSG masih tertahan di level 7.952 atau terkoreksi sekitar 4,5% (minus 370 poin).
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 1,4 triliun dengan volume perdagangan 22,89 miliar saham. Lantas, apa penyebab pasar kembali gejolak dan bagaimana strategi pemerintah menanganinya? Simak ulasan berikut.
Bayang-Bayang ‘Semprit’ MSCI
Koreksi tajam ini terjadi karena pasar masih merespons sentimen negatif dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga indeks global tersebut memberikan teguran keras terkait transparansi kepemilikan saham dan ambang batas kepemilikan publik (free float) di bursa Indonesia.
Teguran ini memicu kekhawatiran investor asing. Akibatnya, tekanan jual menjadi sangat masif sejak pekan lalu, di mana bursa sempat mengalami penghentian perdagangan (trading halt) beberapa kali.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak tinggal diam. Sejak Sabtu hingga Minggu kemarin, regulator terus menggelar konferensi pers untuk menenangkan pasar. Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan delapan rencana aksi reformasi yang berani (bold and ambitious reforms).
Salah satu poin utamanya adalah rencana menaikkan ketentuan free float (saham publik) dari 7,5% menjadi 15% secara bertahap. Langkah ini bertujuan memenuhi ekspektasi investor global dan meningkatkan tata kelola pasar.
IHSG Anjlok, Danantara Siap ‘Pasang Badan’
Di tengah kepanikan pasar, kabar segar datang dari pengelola dana investasi negara, Danantara. CEO Danantara, Rosan Roeslani, dan CIO Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa mereka melihat koreksi ini sebagai momentum emas untuk berbenah sekaligus masuk ke pasar.
Pandu Sjahrir menyatakan bahwa Danantara berkomitmen menjadi pelaku pasar aktif (active market participant). Mereka menyiapkan strategi agresif untuk menopang bursa selama enam bulan ke depan.
Danantara akan menyasar saham-saham dengan kriteria khusus, yaitu:
-
Likuiditas bagus (Good Liquidity).
-
Arus kas kuat (Good Cash Flow).
-
Pertumbuhan bisnis positif.
-
Fundamental perusahaan yang solid.
Tahun ini, Danantara mengalokasikan setengah dari dana kelolaannya untuk masuk ke pasar publik, dengan porsi pasar domestik yang lebih besar daripada pasar luar negeri.
Prediksi Pergerakan Pasar
Meskipun ada angin segar dari Danantara, pergerakan IHSG hari ini masih rawan koreksi. Para analis memprediksi indeks akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah di rentang support-resistance 7.900 hingga 8.100.
Bagi Anda para investor, volatilitas ini menuntut kehati-hatian ekstra. Namun, komitmen pemerintah dan Danantara untuk melakukan reformasi integritas pasar modal bisa menjadi sinyal positif untuk jangka panjang.
- Penulis: donny rosady
- Editor: creative dibahas.com

Saat ini belum ada komentar