Apa itu virus Nipah, ini fakta penyebarannya
- account_circle Irawan
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Virus Nipah merupakan penyakit Zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Kelelawar buah membawa virus ini secara alami dan berperan sebagai perantara utama. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, maupun transmisi antarmanusia melalui cairan tubuh.
Gejala infeksi virus Nipah dan Risiko Kesehatan
Gejala infeksi virus Nipah sangat beragam. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, dan nyeri otot—serupa dengan gejala flu biasa. Namun, pada kondisi yang lebih parah, infeksi dapat berkembang menjadi ensefalitis (radang otak) yang berisiko fatal. Karena gejala awalnya sering tidak spesifik, petugas medis memerlukan deteksi dini dan isolasi pasien untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memasukkan virus Nipah sebagai patogen prioritas karena potensi dampaknya yang serius terhadap kesehatan masyarakat.
Perkembangan Kasus virus Nipah di India
Perhatian global kembali meningkat pada awal tahun 2026 setelah laporan menyebutkan kemunculan kembali virus Nipah di India, khususnya di negara bagian West Bengal. Dunia kesehatan menjadi lebih waspada karena virus ini memiliki tingkat kematian yang tinggi. Hingga saat ini, berbagai laporan menyebutkan bahwa para ahli belum menemukan obat maupun vaksin yang benar-benar efektif untuk menangani infeksi ini.
Sejumlah sumber mengonfirmasi setidaknya lima kasus, termasuk tenaga kesehatan yang tertular saat merawat pasien dengan gejala berat. Untuk mencegah penyebaran lebih luas, otoritas kesehatan setempat melakukan pelacakan kontak dan mengisolasi banyak orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien.
Langkah Antisipasi Global
Meski kasus saat ini terjadi di India, kewaspadaan merambah ke negara lain. Beberapa negara Asia seperti Thailand, Taiwan, dan Nepal mulai meningkatkan pengawasan kesehatan di bandara. Mereka menerapkan prosedur pemeriksaan yang mirip seperti pada masa pandemi COVID-19 guna mendeteksi kemungkinan kasus sejak dini.
Sampai sekarang memang belum ada bukti penyebaran luas antarnegara, namun pemerintah tetap melakukan langkah pencegahan sebagai bentuk antisipasi. Upaya ini penting untuk melindungi masyarakat dari potensi masuknya kasus baru serta memastikan sistem kesehatan tetap siap menghadapi risiko.
gambar : wikipedia
- Penulis: Irawan
- Editor: creative dibahas.com

Saat ini belum ada komentar