‘Penyakit Lansia’ Mulai Incar Gen Z: Tren Makanan Viral Jadi Biang Keroknya?
- account_circle donny rosady
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jakarta – Pernahkah kamu menyadari betapa banyaknya konten kesehatan yang berseliweran di YouTube saat ini? Berbagai kanal kini rutin membedah riset medis terbaru hingga memberikan tips gaya hidup sehat yang sangat edukatif. Namun anehnya, meski akses informasi kesehatan kini berada dalam genggaman, semakin banyak penyakit lansia mulai Incar Gen Z. Anak muda usia 20-an justru semakin sering mengantre di rumah sakit akibat berbagai gangguan kesehatan.
Apa penyebabnya? Ternyata, tren makanan kekinian yang “cakep” di kamera sering kali menjadi musuh dalam selimut bagi tubuh. Yuk, kita bahas fenomena ini supaya kamu nggak terjebak.
Penyakit “Lansia” yang Kini Menyerang Gen Z
Data medis tahun 2026 menunjukkan hal yang mengkhawatirkan, penyakit kronis mulai tidak kenal usia. Berikut beberapa masalah kesehatan yang muncul karena gaya hidup “makan asal enak”:
-
Diabetes Tipe 2 & Sugar Rush: Hobi menyeruput kopi susu gula aren atau menyantap dessert box berlebihan bisa memicu resistensi insulin. Diabetes bukan lagi monopoli kakek-nenek kita.
-
GERD Akibat ‘Mie Pedas Level’: Tantangan makan pedas ekstrem dan kebiasaan minum kopi saat perut kosong menjadi resep jitu pemicu naiknya asam lambung. Banyak anak muda kini mengeluhkan sesak dada hingga mual ulu hati.
-
Kanker Usus Besar: Kurangnya asupan serat dan kebiasaan mengonsumsi daging olahan (sosis, nugget, kornet) meningkatkan risiko kanker usus secara drastis pada orang di bawah usia 40 tahun.
-
Anxiety & Masalah Usus: Ilmuwan membuktikan kalau perut kita adalah “otak kedua”. Pola makan buruk yang merusak bakteri usus ternyata turut memperparah gejala kecemasan dan depresi. bad food = bad mood
Belajar dari Tren Global ‘Mindful Eating’
Di luar negeri, tren kesehatan tahun 2026 sudah bergeser ke arah Mindful Eating atau makan dengan sadar. Banyak anak muda mulai menyadari bahwa investasi terbaik adalah makanan di piring mereka sendiri. Mereka mulai membatasi makanan olahan (ultra-processed food) dan kembali memilih bahan makanan alami.
Mulai Lakukan “Perubahan” untuk Menghindari Penyakit Lansia Yang Mulai Incar Gen Z
Kamu tidak perlu langsung diet ekstrem. Cukup terapkan prinsip “Kurangi & Ganti”:
-
Stop Boba Berlebih: Ganti minuman manis kemasan dengan air mineral. Kalau butuh yang segar, kamu bisa memilih sparkling water dingin.
-
Pilih Protein Utuh: Kurangi makanan kalengan. Pilihlah telur, dada ayam, tempe, atau tahu yang kamu olah secara minimalis.
-
Wajib Ada “Ijo-ijo”: Pastikan sayuran memenuhi setengah piringmu. Serat berfungsi sebagai “sapu alami” yang membersihkan ususmu dari sisa makanan berbahaya.
-
Cek Label Nutrisi: Biasakan melihat kandungan gula dan lemak sebelum membayar di kasir. Pilih produk dengan daftar bahan yang singkat dan jelas.
Golden Rules Buat Kamu yang Sibuk
Mulai besok, coba terapkan tiga hal simpel ini: Minum air putih segelas sebelum makan agar kamu tidak kalap saat makan , batasi gorengan, dan jadikan makanan viral sebagai self-reward seminggu sekali saja, bukan menu harian.
Menjaga kesehatan memang butuh usaha ekstra di tengah gempuran tren makanan yang menggoda. Tapi ingat, mencegah selalu lebih murah daripada membayar tagihan rumah sakit nanti.
- Penulis: donny rosady
- Editor: creative dibahas.com

Saat ini belum ada komentar