Rahasia Menjadi Istri Shalihah yang Dicintai Allaah SWT di Era “Darurat Perceraian”
- account_circle donny rosady
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

Di era media sosial saat ini, kita seringkali melihat berita tentang keretakan rumah tangga yang kian memprihatinkan. Fenomena “darurat perceraian” pun seolah menjadi pemandangan biasa, mulai dari perselisihan kecil di status WhatsApp hingga antrean gugatan cerai yang memenuhi Pengadilan Agama setiap harinya. Oleh karena itu, di tengah badai ketidakpastian ini, kita perlu menjawab sebuah pertanyaan besar: bagaimana cara menyelamatkan bahtera rumah tangga agar tetap kokoh dan penuh berkah? Dan apa saja Rahasia Menjadi Istri Shalihah yang Dicintai Allaah SWT di Era “Darurat Perceraian”
Rahasia Menjadi Istri Shalihah yang Dicintai Allaah SWT
Dalam sebuah kajiannya, Ustadz Khalid Basalamah menawarkan jawaban yang menyejukkan hati. Sebab, beliau tidak hanya memberikan tips komunikasi biasa, melainkan mengajak kita kembali kepada hakikat seorang Istri Shalihah.
1. Menjadikan Agama sebagai Hakim, Bukan Ego
Ego yang mendominasi seringkali menjadi penyebab utama rapuhnya rumah tangga, di mana saat terjadi cekcok, masing-masing pihak merasa paling benar. Padahal, Islam menawarkan solusi yang pasti, yakni mengembalikan segala urusan kepada Allaah SWT dan Rasul-Nya. Sehingga, ketika suami atau istri melakukan kesalahan, mereka merujuk pada hukum Allaah SWT sebagai penilai, bukannya standar tren masa kini. Dengan demikian, konflik tidak akan berakhir dengan caci maki, melainkan dengan muhasabah diri.
2. Kunci Emas Menuju Delapan Pintu Surga
Meskipun dunia saat ini menawarkan kebebasan tanpa batas, Islam justru menyediakan “jalan tol” eksklusif bagi wanita melalui ketaatan pada suami. Rasulullah SAW menjanjikan bahwa istri yang menjaga shalat lima waktu, berpuasa Ramadhan, serta menaati suaminya, boleh memilih masuk surga dari pintu mana saja. Tentu saja, di tengah dunia yang melelahkan ini, tawaran tersebut menjadi motivasi yang sangat indah bagi setiap wanita beriman.
3. Kelembutan: Senjata Rahasia Menjadi Istri Shalihah
Banyak wanita modern menganggap bahwa mengalah adalah tanda kelemahan, padahal kelembutan sebenarnya merupakan kekuatan terbesar seorang istri. Ustadz Khalid menekankan bahwa laki-laki biasanya membangun pertahanan (defense) yang kuat jika istri menyerangnya secara verbal. Oleh sebab itu, istri shalihah tidak menggunakan bentakan sebagai senjata, melainkan sentuhan dan kalimat lembut. Kalimat seperti, “Mas, maafkan aku ya,” terbukti mampu melunakkan hati laki-laki yang paling keras sekalipun karena menyentuh sisi fitrahnya.
4. Menjaga Marwah di Era Eksposur
Di masa kini, banyak pasangan justru sengaja mengumbar rahasia rumah tangga ke ruang publik, padahal istri shalihah justru menutup rapat privasi keluarganya. Ia tidak hanya menjaga sopan santun, tetapi juga menjalankan perintah agama untuk menutupi kekurangan suami. Langkah ini bertujuan untuk melindungi rumah tangga dari fitnah serta rasa iri orang lain yang bisa merusak keharmonisan.
5. Membangun Visi “Qurrata A’yun”
Rumah tangga yang sukses bukan berarti rumah tangga yang bersih dari masalah, melainkan pasangan yang selalu memohon agar Allaah SWT menjadikan mereka penyejuk mata (Qurrata A’yun). Daripada terus menuntut hak, alangkah baiknya jika setiap pihak fokus menjalankan kewajibannya. Sebab, saat istri memberikan ketaatan terbaiknya, secara fitrah suami akan merasa lebih dihargai sehingga ia akan memberikan perlindungan dan kasih sayang yang lebih besar pula.
Walaupun perceraian marak terjadi, kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Mari kita bangun rumah tangga sebagai miniatur surga dengan terus memperbaiki diri, karena pada akhirnya, ketaatan istri kepada suami merupakan jembatan paling nyata menuju rida Sang Pencipta.
Dikutip dari kajian tematik “Istri Shalihah” oleh Ustadz Khalid Basalamah.
- Penulis: donny rosady
- Editor: creative dibahas.com

Saat ini belum ada komentar