Menyelami Tradisi Ramadhan di Kota Madinah
- account_circle donny rosady
- calendar_month 26 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

Madinah Al-Munawwarah selalu menempati ruang istimewa di sanubari setiap Muslim. Jika Mekah menghadirkan kemegahan ibadah, maka Madinah menawarkan ketenangan jiwa yang mendalam. Saat bulan Ramadhan tiba, kota ini bersalin rupa menjadi pusat spiritual yang penuh dengan kehangatan dan kedermawanan. Berbagai Tradisi Ramadhan di Kota Madinah yang melegenda selalu menjadi hal menarik yang membuat setiap muslim ingin mengunjungi kota tersebut.
Bagi Anda yang merencanakan kunjungan ke tanah suci, memahami tradisi lokal akan memperkaya makna perjalanan ibadah Anda.
1. Sufrah Masjid Nabawi: Perjamuan Kedermawanan Terbesar
Fenomena paling menakjubkan di Madinah muncul setiap menjelang waktu berbuka. Para relawan dan penduduk lokal membentangkan ribuan meter taplak meja (sufrah) di dalam maupun pelataran Masjid Nabawi.
-
Inisiatif Penduduk Lokal: Keluarga-keluarga di Madinah menyiapkan jamuan ini secara turun-temurun. Mereka menyambut jamaah dengan penuh keramahan dan mengajak Anda duduk di sufrah yang mereka sediakan.
-
Menu Berkah: Mereka menyajikan menu sederhana namun bergizi, mulai dari kurma pilihan, roti gandum segar, yoghurt (laban), hingga kopi Arab yang harum.
2. Meraih Keutamaan di Raudah dan Makam Rasulullah
Ramadhan menjadi momen tepat untuk memperbanyak shalawat di Raudah. Meskipun minat jamaah sangat tinggi, pemerintah telah menyiapkan sistem akses yang tertib.
-
Akses Digital: Pastikan Anda menggunakan aplikasi Nusuk untuk memesan jadwal kunjungan agar ibadah tetap teratur.
-
Suasana Malam: Banyak jamaah memilih menghabiskan waktu dengan membaca Al-Qur’an di sekitar makam Rasulullah SAW hingga fajar menyingsing.
3. Kekhusyukan Shalat Tarawih dan Tahajud
Masjid Nabawi menghadirkan imam-imam dengan bacaan Al-Qur’an yang sangat tartil dan menyentuh perasaan.
-
Ritme Ibadah: Para imam memimpin shalat Tarawih sebanyak 10 rakaat secara tenang. Pada sepuluh malam terakhir, pengelola masjid menyelenggarakan shalat Tahajud di sepertiga malam untuk memfasilitasi jamaah yang ingin beritikaf.
-
Momen Doa: Puncak emosional biasanya terjadi saat doa Qunut di akhir shalat Witir, di mana jutaan jamaah mengaminkan permohonan ampunan dan keselamatan.
4. Meneladani Karakter Penduduk Madinah
Keindahan Ramadhan juga terpancar dari interaksi sosial penduduk lokal di luar area masjid.
-
Pasar Ramadhan: Kunjungi pasar di sekitar Masjid Quba untuk mencicipi hidangan tradisional seperti Samosa dan Foul yang dimasak langsung oleh warga setempat.
-
Keramahan Tanpa Batas: Penduduk Madinah seringkali membagikan kurma dan air minum kepada pengendara yang masih di jalan saat azan Maghrib berkumandang.
5. Tips Penting bagi Jamaah
Demi menjaga kelancaran tradisi mulia ini, Anda sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut:
-
Hadir Lebih Awal: Tempati posisi di sufrah setidaknya 30 menit sebelum Maghrib.
-
Jaga Kebersihan: Segera bantu petugas melipat sufrah setelah selesai bersantap agar area shalat kembali bersih.
-
Utamakan Kesabaran: Selalu tunjukkan akhlak yang baik saat berada di tengah kerumunan massa yang padat.
Tradisi Ramadhan di Kota Madinah bukan sekadar menjalankan rutinitas ibadah, melainkan sebuah kesempatan untuk merasakan cinta kepada Rasulullah dan sesama manusia. Tradisi ini merupakan warisan luhur yang membuktikan bahwa karakter Anshar (sang penolong) masih hidup hingga hari ini.
- Penulis: donny rosady
- Editor: creative dibahas.com

Saat ini belum ada komentar