Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hikmah » Mengenal Lebih Dalam Hukum Riba dalam Islam: Dalil, Praktik, dan Akibatnya

Mengenal Lebih Dalam Hukum Riba dalam Islam: Dalil, Praktik, dan Akibatnya

  • account_circle donny rosady
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Islam mengatur muamalah atau hubungan ekonomi antar manusia sedemikian rupa demi menciptakan keadilan. Salah satu larangan paling tegas dalam sistem ekonomi Islam adalah praktik riba. Namun, di era modern, praktik riba sering kali menyamar dalam berbagai transaksi keuangan. Artikel ini akan mengupas tuntas Hukum Riba dalam Islam, dalil-dalil pelarangannya, cara mengenali praktiknya, hingga dampak buruk yang muncul akibat riba.

Apa Itu Riba?

Secara bahasa, riba berarti ziyadah atau tambahan. Para ulama fikih mendefinisikan riba sebagai tambahan atau kelebihan yang menjadi syarat dalam transaksi utang piutang atau tukar-menukar barang tertentu tanpa padanan yang sah menurut syariat.

Singkatnya, seseorang melakukan riba jika ia mengambil untung dari uang yang ia pinjamkan, atau menukar barang sejenis dengan takaran berbeda, baik secara tunai maupun tangguh.

Hukum Riba dalam Islam: Dalil Al-Qur’an dan Hadis Shahih

Allah SWT menetapkan hukum riba secara mutlak, yaitu Haram. Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah menjelaskan keharaman ini dengan sangat jelas.

1. Dalil Al-Qur’an

Allah SWT menegaskan perbedaan antara jual beli yang halal dan riba yang haram:

“…Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS. Al-Baqarah: 275)

Allah SWT juga memerintahkan kaum mukminin agar meninggalkan sisa riba:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 278)

2. Dalil Hadis Shahih

Rasulullah SAW melarang semua pihak yang terlibat dalam transaksi riba, bukan hanya pemakannya saja.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksinya, dan dua saksinya. Beliau bersabda: ‘Mereka semua sama (dalam dosa).'” (HR. Muslim no. 1598)

Mengenali Praktik dan Jenis Riba

Umat Islam wajib mengenali bentuk-bentuk riba agar terhindar dari dosa besar ini. Para ulama membagi riba ke dalam dua kelompok besar:

A. Riba Utang Piutang

  • Riba Qardh: Pemberi pinjaman mensyaratkan manfaat atau kelebihan tertentu kepada peminjam.

    • Contoh: Si A meminjamkan Rp1.000.000 kepada si B dengan syarat si B mengembalikan Rp1.100.000. Tambahan Rp100.000 tersebut adalah riba.

  • Riba Jahiliyah: Kreditur membebankan tambahan utang karena debitur tidak mampu membayar utang sesuai tenggat waktu (denda keterlambatan).

B. Riba Jual Beli

Riba ini terjadi pada enam komoditas barang ribawi: Emas, perak, gandum, jewawut, kurma, dan garam.

  • Riba Fadhl: Seseorang menukar dua barang sejenis dengan takaran atau timbangan berbeda.

    • Contoh: Menukar 10 gram emas lama dengan 8 gram emas baru dalam satu waktu.

  • Riba Nasi’ah: Penjual atau pembeli menangguhkan penyerahan barang ribawi dalam transaksi tukar-menukar.

    • Contoh: Seseorang membeli emas batangan, namun penjual menyerahkan fisik emasnya beberapa hari kemudian.

Akibat Buruk Riba bagi Kehidupan

Islam mengharamkan riba karena membawa bahaya besar bagi pelakunya, baik di dunia maupun akhirat:

  1. Mengundang Perang dari Allah dan Rasul-Nya: Allah mengancam pelaku riba dengan peperangan—ancaman yang tidak ada pada dosa besar lainnya (QS. Al-Baqarah: 279).

  2. Menghilangkan Keberkahan Harta: Allah memusnahkan keberkahan harta riba (QS. Al-Baqarah: 276). Pelakunya mungkin merasa kaya secara materi, namun sering kali mengalami ketidaktenangan batin.

  3. Merusak Tatanan Ekonomi: Riba memicu inflasi dan mengeksploitasi pihak yang lemah, sehingga kekayaan hanya berputar di tangan segelintir orang kaya.

  4. Siksaan di Hari Kiamat: Pemakan riba akan bangkit dari kubur dalam keadaan sempoyongan seperti orang gila yang kesurupan setan.

Menghindari riba merupakan bukti ketakwaan kita kepada Allah SWT. Meskipun sistem keuangan dunia saat ini penuh dengan riba, kita harus tetap berusaha mencari alternatif yang halal. Gunakanlah lembaga keuangan syariah dan hindari gaya hidup konsumtif agar harta kita tetap berkah.

  • Penulis: donny rosady
  • Editor: creative dibahas.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisata Purwokerto 2026

    10 Tempat Wisata Purwokerto Terbaru 2026 yang Lagi Hits & Wajib Dikunjungi

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Purwokerto kembali bersinar di tahun 2026 sebagai destinasi favorit di Jawa Tengah. Dengan udara sejuk lereng Gunung Slamet dan perpaduan infrastruktur modern, kota ini menawarkan pengalaman liburan yang tak terlupakan. Jika Anda berencana berkunjung dalam waktu dekat, berikut adalah rekomendasi lokasi wisata Purwokerto 2026 paling hits dan terbaru yang wajib masuk dalam itinerary Anda. 10 […]

  • Mushola di Plaza Indonesia, nyaman dan Mewah terawat

    Mushola di Plaza Indonesia, nyaman dan Mewah terawat

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Utomo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Berada di lt.3 berada tepat disamping ATM center milik Bank Mandiri & BCA. semoga informasi ini bermanfaat buat kalian yang bingung mencari tempat sholat / mushola di Plaza Indonesia. Bagi kaum muslim, aktivitas berbelanja di pusat perbelajaan kadang terasa tidak tenang, terlebih ketika tiba waktu ibadah, karena kebanyakan kegiatan belanja ini bertabrakan dengan  kewajiban untuk […]

  • peran AI dalam dunia kreatif

    Menimbang Peran AI dalam Dunia Kreatif: Peluang atau Ancaman bagi Seniman?

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Pada era transformasi digital saat ini, Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak lagi sekadar menjadi pendukung teknis. Teknologi ini telah merambah ke ranah kreativitas yang selama ini menjadi domain eksklusif manusia. Mulai dari menyusun lirik lagu hingga menciptakan karya visual, peran AI dalam dunia kreatif kini hadir ditengah prosesnya. Namun, sebuah pertanyaan mendasar muncul: […]

  • Rupiah Melemah

    Rupiah Melemah Tembus Rp18.129, Ini Penyebab dan Cara Bertahan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan kini bergerak di kisaran Rp 18.129 per dolar AS. Pelemahan ini bukan sekadar angka—dampaknya langsung menghantam lapangan, dari harga bahan baku yang melonjak hingga sejumlah pabrik yang terpaksa memilih berhenti beroperasi untuk sementara. Lalu, apa yang sebenarnya mendorong rupiah melemah ke level ini, dan apa langkah konkretnya? The Fed […]

  • Film Na Willa

    Ulasan Film Terbaru, “Na Willa”: Menyelami Kehangatan Masa Kecil

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Layar bioskop Indonesia kini menyambut kehadiran film Na Willa dengan penuh kehangatan. Karya terbaru garapan Visinema Studios ini mengadaptasi buku populer milik Reda Gaudiamo. Selain menawarkan cerita yang menyentuh, film ini juga membawa kita kembali ke atmosfer Surabaya pada tahun 1960-an yang sangat autentik. Dedikasi Artistik di Balik Proses Produksi Sutradara Ryan Adriandhy memimpin proyek […]

  • Uzbekistan berikan insentif USD 100 bagi wisatawan Indonesia

    Uzbekistan Berikan Insentif USD 100 bagi Wisatawan Indonesia Lewat Program Umrah Plus

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle creative dibahas.com
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Pemerintah Uzbekistan berikan insentif USD 100 bagi wisatawan Indonesia. Kebijakan ini menyasar para pelancong yang berkunjung melalui program “Umrah Plus”. Melalui langkah strategis ini, Uzbekistan ingin mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan Muslim dari Asia Tenggara. Mereka memprioritaskan pasar dari Indonesia dan Malaysia karena potensi pasarnya yang sangat besar. Namun, pemerintah tidak mengirimkan uang tersebut langsung ke […]

expand_less