Mentan Amran Meledak di Samping Tito Karnavian, Tantang Mafia Pangan dan Siap Pertaruhkan Jabatan
- account_circle Utomo
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meluapkan kemarahan dan kekesalannya terhadap para mafia pangan yang dinilai telah merusak harga pasar, mencekik konsumen, dan membuat bangkrut para peternak di daerah. Puncak kekesalan ini meledak dalam sebuah rapat koordinasi penanganan inflasi yang turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Melansir dari tayangan video yang diunggah oleh kanal YouTube Tribun Bengkulu (12/10/2026), Amran menyoroti sebuah anomali besar yang sedang terjadi di Indonesia. Ia memaparkan situasi ironis di mana konsumen menjerit karena harga kebutuhan pokok naik, namun di saat yang sama para produsen seperti peternak ayam dan peternak sapi perah justru menggelar aksi demonstrasi besar-besaran karena harga jual di tingkat mereka hancur lebur.
“Yang demo konsumen, yang demo produsen kan lucu negeri kita ini. Inilah Bapak Presiden perintahkan harus ditangkap ini, dikasih jera,” ujar Amran dengan nada tinggi.
Amran secara terang-terangan menyebut bahwa karut-marut ini adalah ulah segelintir middle man (tengkulak) dan mafia pangan kelas kakap. Menoleh ke arah Mendagri Tito Karnavian yang merupakan mantan Kapolri, Amran menantang aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas. Ia bahkan mengibaratkan penangkapan mafia ini seharusnya bisa dilakukan layaknya menangkap gembong teroris.
“Bapak mantan Kapolri lebih tahu ini. Bukan yang Bapak tangkap dulu teroris? Pernah sama-sama kita tangkap… Noordin M. Top saja Bapak tangkap. Masa ini yang di depan mata tidak bisa ditangkap, Pak? Kalau saya, saya pertaruhkan jabatan saya, kalau ditangkap biar saya ambil risikonya,” tegas Amran di hadapan forum.
Soroti Kasus Beras Fortifikasi dan Peternak Susu
Lebih lanjut dalam paparan yang disiarkan oleh Tribun Bengkulu tersebut, Amran membongkar beberapa praktik penipuan yang dilakukan mafia. Salah satunya adalah manipulasi beras fortifikasi yang seharusnya ditujukan untuk orang miskin, ibu hamil, dan menekan angka stunting. Beras yang seharusnya dijual murah justru dipasarkan dengan harga mencapai Rp50.000, yang dinilai Amran sebagai penipuan nyata terhadap rakyat.
Selain itu, Mentan juga menyoroti aksi keputusasaan para peternak sapi perah yang membuang hasil panen susu mereka atau “mandi susu” ke sungai. Hal ini terjadi karena susu lokal basi tidak diserap oleh industri, yang diduga lebih memilih untuk melakukan impor susu demi keuntungan sepihak. Amran memperingatkan bahwa jika peternak kecil ini terus dimatikan, pertahanan negara dari sisi ketahanan pangan akan sangat rapuh.
Menurut Amran, segala upaya pemerintah pusat tidak akan membuahkan hasil jika akar masalahnya tidak ditindak secara pidana.
“Percuma kita bahas selama mafianya masih ada di dalam, enggak ada guna. Rapat inflasi ya enggak ada guna,” pungkasnya.
Ia mendesak agar kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Kepolisian, dan Kejaksaan bisa segera dibentuk untuk membersihkan praktik culas ini demi menyelamatkan nasib para petani dan peternak lokal.
- Penulis: Utomo

Saat ini belum ada komentar