Langkah Mengejutkan Rocky Gerung: Dari Pengkritik Vokal Menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Era Prabowo
- account_circle Utomo
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kabar mengejutkan datang dari Istana Kepresidenan Jakarta pada awal Oktober 2026. Akademisi dan pengamat politik yang selama ini dikenal sangat vokal melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah, Rocky Gerung, kini secara resmi bergabung ke dalam lingkaran pemerintahan.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Rocky Gerung sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada hari Jumat, 2 Oktober 2026. Keputusan ini sontak mencuri perhatian publik, mengingat rekam jejak Rocky yang kerap mengambil posisi berseberangan dengan kebijakan pemerintah di era sebelumnya.
Komposisi Wantimpres yang Beragam
Berdasarkan laporan dari Detik.com, pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo dan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pada kabinet ini, Presiden Prabowo melantik total 26 orang untuk mengisi pos Wantimpres.
Lembaga penasihat kepresidenan ini diketuai oleh mantan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Sementara itu, posisi Wakil Ketua Wantimpres dijabat oleh Hatta Rajasa, dan Muhammad Qodari bertugas sebagai Sekretaris merangkap anggota. Komposisi anggota Wantimpres kali ini diisi oleh tokoh-tokoh senior dengan latar belakang pengalaman dan profesi yang beragam, dengan harapan dapat memperkaya sumber pengetahuan dalam memberikan saran kepada Presiden.
Alasan Rocky Gerung Menerima Pinangan Istana
Banyak pihak bertanya-tanya mengenai alasan Rocky menerima jabatan ini. Melansir dari berbagai sumber, Rocky mengungkapkan bahwa tugas dari jabatan barunya ini adalah untuk memberikan berbagai pertimbangan agar arah kebijakan pemerintah sesuai dengan visi Presiden.
Ia menegaskan bahwa meskipun kini berada di dalam sistem, dirinya akan tetap mempertahankan daya kritisnya. “Pandangan saya tetap radical break! Dewan ini justru fungsinya kritis, bukan sekadar kritik, tapi kritis terhadap kebijakan,” jelas Rocky. Ia menambahkan bahwa Wantimpres berperan untuk melihat detail persoalan secara jernih dan memberikan pertimbangan logis kepada kepala negara, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.
Selain itu, Rocky mengakui bahwa alasannya masuk ke dalam Wantimpres adalah agar gagasan dan argumentasinya terkait kebijakan publik bisa lebih cepat dan langsung sampai ke telinga Presiden Prabowo.
Hak Keuangan dan Pesan dari Senior
Tentu saja, jabatan negara ini diiringi dengan fasilitas. Berdasarkan laporan Tribunnews, hak keuangan dan fasilitas bagi jajaran penasihat presiden ini telah diatur secara resmi dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 Tahun 2026. Kabarnya, hak keuangan beserta jaminan fasilitas penunjang untuk seorang anggota Wantimpres bisa mencapai sekitar Rp918 juta per tahun, yang mulai berlaku sejak mereka resmi dilantik.
Masuknya tokoh-tokoh baru ini juga mendapat tanggapan dari mantan Wantimpres era Presiden Jokowi, Sidarto Danusubroto. Melalui Kompas.com, Sidarto menitipkan pesan penting agar 26 anggota Wantimpres yang baru dilantik tidak hanya bekerja untuk menyenangkan hati Presiden (ABS – Asal Bapak Senang). “Intinya, jelek atau baik, harus disampaikan apa adanya,” tegas Sidarto.
Bergabungnya Rocky Gerung ke jajaran Wantimpres menjadi salah satu dinamika politik paling menarik di pemerintahan Prabowo Subianto. Publik kini menanti bagaimana “akal sehat” dan argumen tajam ala Rocky Gerung akan mewarnai kebijakan-kebijakan strategis di Istana Negara, kali ini bukan dari luar pagar, melainkan dari balik pintu Istana itu sendiri.
- Penulis: Utomo

Saat ini belum ada komentar