Apa Itu Mokel ? Istilah Populer Saat Ramadan yang Sering Dipakai Anak kekinian
- account_circle Dedi
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

Saat bulan Ramadan tiba, berbagai istilah khas sering menghiasi percakapan sehari-hari. Salah satu yang cukup populer di kalangan anak muda adalah “mokel.” Istilah ini biasanya muncul dalam obrolan santai, media sosial, hingga candaan antar teman ketika membahas progres puasa mereka. Namun sebenarnya, apa itu arti mokel yang sesungguhnya?
Secara sederhana, mokel merupakan istilah slang untuk menyebut seseorang yang membatalkan puasa sebelum waktu berbuka tiba. Dalam praktiknya, kata ini merujuk pada tindakan sengaja makan atau minum di siang hari saat seharusnya sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Istilah ini awalnya sangat populer di daerah Jawa Timur dan beberapa wilayah sekitarnya. Dari sana, istilah tersebut menyebar luas melalui interaksi harian dan media sosial hingga akhirnya masyarakat di berbagai daerah mengenalnya.
Asal-usul Istilah Mokel
Secara etimologis, tidak ada catatan resmi yang memastikan asal-usul kata “mokel.” Namun, budaya tutur masyarakat Jawa Timur telah lama menggunakan kata ini sebagai bentuk candaan atau sindiran ringan bagi mereka yang tidak kuat menuntaskan puasanya.
Biasanya, orang-orang menggunakan istilah ini dalam kalimat seperti:
-
“Eh, kamu mokel ya tadi siang?”
-
“Jangan sampai mokel sebelum azan magrib tiba.”
Meski sering muncul dalam nada bercanda, kata ini tetap memiliki makna yang cukup sensitif karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah.
Fenomena Mokel di Kalangan Anak Muda
Di era digital, istilah mokel semakin eksis. Banyak warganet menyisipkan kata ini dalam berbagai meme, status, hingga konten humor yang menceritakan suka duka menjalankan puasa.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa gaul berkembang mengikuti budaya dan kebiasaan masyarakat. Ramadan tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga menghadirkan keunikan bahasa yang memperkaya percakapan lintas generasi.
Meski demikian, sebagian pihak mengingatkan agar kita tetap bijak dalam menggunakan istilah ini. Sebab pada dasarnya, puasa merupakan ibadah yang bersifat pribadi antara manusia dengan Tuhan.
Puasa Tetap Jadi Inti Ramadan
Terlepas dari berbagai istilah populer seperti kata tersebut, esensi Ramadan tetap berfokus pada upaya menahan diri, meningkatkan ibadah, dan memperkuat empati kepada sesama.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan sarana melatih kesabaran serta pengendalian diri. Oleh karena itu, masyarakat sering menggunakan istilah tersebut sebagai pengingat—meski dalam bentuk gurauan—agar setiap orang tetap berusaha menjaga puasanya hingga waktu berbuka.
Pada akhirnya, Ramadan selalu menghadirkan cerita tersendiri. Dari tradisi berbuka bersama, ngabuburit, hingga istilah unik seperti mokel, semuanya menjadi bagian dari warna budaya yang hadir setiap tahun saat bulan suci tiba.
- Penulis: Dedi
- Editor: creative dibahas.com

Saat ini belum ada komentar