Mengenal Teknologi BYD DM: Mobil Irit Rasa Listrik, Tanpa Khawatir Kehabisan Daya
- account_circle donny rosady
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pasar otomotif Indonesia baru saja kedatangan sesuatu yang cukup berbeda dari BYD. Selama ini merek asal China ini identik dengan kendaraan listrik murni. Kali ini, untuk pertama kalinya, BYD membawa teknologi hibrida mereka ke sini: BYD DM Technology, singkatan dari Dual Mode.
Kalau Anda capek mikirin harga bensin yang naik-turun tapi belum siap sepenuhnya pindah ke listrik, ini mungkin layak masuk radar.
Apa Itu BYD DM?
BYD DM adalah sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Satu mobil, dua sumber tenaga: motor listrik dan mesin bensin. Tapi berbeda dari hybrid kebanyakan, di sini listrik yang jadi penggerak utama. Mesin bensin sifatnya pendukung.
Di Indonesia, BYD pertama kali membawa teknologi ini lewat M6 varian DM-i. Secara global, BYD juga punya varian DM-p untuk performa tinggi dan DM Offroad untuk medan berat, tapi BYD belum membawa keduanya ke sini.
Mesin dan Tenaga
BYD M6 DM-i menghasilkan tenaga gabungan 207 HP. Rinciannya: motor listrik yang bekerja hampir sepanjang waktu, ditambah mesin bensin 1.500 cc 4-silinder 96 HP. Mesin bensinnya lebih sering mengisi baterai daripada memutar roda. Baru di kecepatan tinggi di jalan tol, mesin bensin ikut memutar roda secara langsung.
Mesin 1.500 cc-nya memakai siklus Atkinson dengan rasio kompresi 16:1. Mesin standar biasanya ada di 11:1 sampai 12:1. Hasilnya efisiensi termal 46,06% — mesin produksi massal hampir tidak pernah menyentuh angka itu. Dan mesin ini cukup minum RON 92.
Keunggulan di Jalan
Motor listrik yang dominan membuat respons gas terasa langsung. Tidak ada jeda nunggu RPM naik seperti mobil bensin biasa.
Soal jarak tempuh: baterai 18,3 kWh membawa mobil ini sejauh 100 km dalam mode full EV. Setelah itu, mesin bensin mengambil alih. Dengan tangki 52 liter penuh, total jangkauan mencapai 1.300 km. Jakarta–Denpasar, sekali isi.
Kabin juga lebih hening dari yang mungkin Anda bayangkan. Karena mesin bensin jarang menyala keras dalam kondisi normal, suaranya mendekati EV murni.
Perawatan dan Biaya Operasional
Transmisinya single-speed direct drive tanpa gearbox multi-percepatan. Komponen lebih sedikit berarti lebih sedikit yang bisa rusak, dan biaya servis per 10.000 km lebih ringan. Aki 12V-nya memakai LFP yang BYD klaim tahan sampai 6 tahun. Mesinnya juga sudah siap menerima bahan bakar campuran etanol E10.
Pengisian Daya
Anda bisa mengisinya via AC maupun DC fast charging hingga 26 kW. Dari 30% ke 80%, Anda butuh sekitar 30 menit. Cukup dilakukan saat berhenti makan siang di rest area.
Ini bukan teknologi baru. BYD DM Technology sudah masuk generasi kelima dan produsennya menjual lebih dari 7 juta unit secara global. BYD baru membawanya ke Indonesia sekarang.
Untuk pemakaian harian di kota, baterai yang bergerak. Keluar kota, mesin bensin yang jaga. Anda tidak perlu memilih salah satu. Itu intinya.
- Penulis: donny rosady
- Editor: creative dibahas.com

Saat ini belum ada komentar