Penjualan Global BYD Merosot 41% pada Februari 2026
- account_circle Utomo
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Raksasa kendaraan listrik asal China, BYD, baru saja merilis data penjualan terbaru. Berdasarkan laporan resmi, perusahaan mencatat koreksi tajam sebesar 41,1% secara tahunan (YoY) pada Februari 2026. Akibatnya, pencapaian Penjualan BYD Februari 2026 menandai tren penurunan selama enam bulan berturut-turut.
Bahkan, angka ini merupakan kontraksi terbesar bagi perusahaan sejak Februari 2020. Pada saat itu, pandemi global mulai melumpuhkan ekonomi dunia secara serentak. Oleh karena itu, kondisi saat ini menjadi alarm serius bagi manajemen BYD di tengah persaingan pasar yang kian tajam.
Tekanan Berat di Pasar Domestik
Meskipun terdapat faktor musiman seperti libur Imlek yang panjang, penurunan BYD tetap melampaui rata-rata industri. Terlebih lagi, kondisi di pasar domestik China memberikan tekanan besar bagi kelangsungan bisnis mereka.
Berikut adalah rincian kinerja domestik BYD yang perlu Anda perhatikan:
-
Pertama, angka penjualan domestik China anjlok hingga 65%.
-
Kedua, perusahaan hanya berhasil menjual 89.590 unit.
-
Selain itu, kompetitor seperti Geely mulai mengancam posisi BYD. Faktanya, Geely sempat menyalip posisi BYD sebagai produsen mobil terbesar di China pada awal tahun ini.
Ekspansi Global yang Tetap Tumbuh
Namun demikian, divisi internasional BYD justru memberikan sedikit angin segar. Pasalnya, volume pengiriman ke luar negeri masih tumbuh kuat hingga mencapai 100.600 unit pada bulan Februari.
Hal ini membuktikan bahwa strategi ekspansi global BYD mulai membuahkan hasil nyata. Oleh sebab itu, pasar internasional kini menjadi tumpuan utama saat permintaan di dalam negeri sedang melemah.
Strategi Pemulihan: Meniru Langkah Tesla
Guna merespons tantangan tersebut, manajemen BYD menyiapkan tiga langkah strategis untuk merebut kembali momentum pasar:
-
Program Pembiayaan: BYD meluncurkan skema bunga rendah selama 7 tahun. Strategi ini meniru langkah pemasaran yang sebelumnya memberikan kesuksesan bagi Tesla.
-
Inovasi Teknologi: Selain strategi harga, perusahaan akan memperkenalkan teknologi baru akhir bulan ini. Langkah ini bertujuan memperkecil celah keunggulan fitur dengan para pesaingnya.
-
Ekspansi Pabrik: Terakhir, BYD mempercepat langkah di Amerika Utara dengan mengajukan penawaran pabrik di Meksiko. Keputusan ini bertujuan untuk mengimbangi tantangan domestik yang kian berat.
Kesimpulannya, Penjualan BYD Februari 2026 menjadi periode yang sangat menantang bagi BYD. Meskipun penjualan domestik menurun drastis, pertumbuhan ekspor memberikan harapan baru. Oleh karena itu, keberhasilan inovasi teknologi di akhir bulan nanti akan menentukan kemampuan BYD untuk kembali memimpin pasar EV global.
- Penulis: Utomo

Saat ini belum ada komentar