Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Fenomena 45 Ribu Sarjana Putus Asa Cari Kerja: Gelar Tinggi, Tapi Kok Susah Dapat Kerja?

Fenomena 45 Ribu Sarjana Putus Asa Cari Kerja: Gelar Tinggi, Tapi Kok Susah Dapat Kerja?

  • account_circle donny rosady
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Isu struktural Sarjana Putus Asa Cari Kerja di awal tahun kembali menjadi pusat perhatian publik. Hasil riset terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia mengungkap realitas pahit di balik statistik ketenagakerjaan: melonjaknya jumlah “penduduk putus asa” (discouraged workers).

Kondisi ini memicu diskusi mendalam mengenai relevansi pendidikan tinggi dengan ketersediaan lapangan kerja di tanah air.

Lonjakan Angka “Penduduk Putus Asa”

Dalam sebuah sesi wawancara, ekonom sekaligus peneliti LPEM FEB UI, Jahen Rezki, membedah data yang menunjukkan tren kenaikan penduduk putus asa dari 1,68 juta menjadi 1,87 juta orang dalam setahun terakhir.

Kelompok ini mencakup individu yang telah berupaya keras mencari kerja, namun akhirnya berhenti karena merasa peluang bagi mereka sudah tertutup. Berdasarkan tingkat pendidikan, data tersebut mencatat angka yang memprihatinkan:

  • 45.000 lulusan Sarjana (S1) masuk kategori putus asa.

  • 6.000 lulusan Pascasarjana (S2/S3) mengalami nasib serupa.

“Secara teoritis, pendidikan tinggi seharusnya menjamin kemudahan seseorang mendapatkan pekerjaan. Namun faktanya, sektor ekonomi saat ini masih didominasi sektor tradisional yang belum membutuhkan kualifikasi keahlian tinggi,” ujar Jahen.

Akar Masalah: Skill Mismatch dan Jebakan Sektor Informal

Jahen menekankan bahwa akar permasalahan terletak pada ketidaksesuaian keahlian (skill mismatch). Dunia pendidikan masih menerapkan kurikulum yang belum sejalan dengan kebutuhan dinamis dunia industri.

Selain itu, transisi lulusan sarjana ke pekerjaan informal—seperti pengemudi transportasi daring—menjadi “jebakan produktivitas” jangka panjang. Meskipun memberikan penghasilan instan, sektor informal tidak menawarkan perlindungan sosial dan nilai tambah optimal bagi pertumbuhan ekonomi makro.

“Pemerintah harus mengalihkan fokus dari sekadar angka kuantitas pengangguran menuju penciptaan lapangan kerja berkualitas,” tegasnya.

Daya Serap Investasi yang Menurun

Diskusi ini juga menyoroti penurunan drastis kemampuan investasi dalam menyerap tenaga kerja. Jika satu dekade lalu investasi senilai Rp1 triliun mampu menyerap hingga 2.500 tenaga kerja, kini angka tersebut merosot ke kisaran 1.200 orang.

Hambatan non-ekonomi, seperti praktik pungutan liar (bribery incidence) yang mencapai 30% pada perusahaan besar, turut menghambat ekspansi dunia usaha. Hal inilah yang menyebabkan minimnya pembukaan lowongan kerja baru yang berkualitas.

Langkah Strategis Menuju Solusi

Untuk memutus rantai keputusasaan para lulusan terdidik, LPEM UI menawarkan beberapa catatan kritis bagi pemerintah dan institusi pendidikan:

  • Integrasi Kurikulum dan Industri: Melibatkan sektor swasta dan manufaktur global dalam menyusun kurikulum agar tercipta keselarasan keahlian.

  • Menciptakan Ekosistem Bisnis yang Sehat: Menjamin kepastian hukum (rule of law) agar pelaku usaha berani melakukan ekspansi besar-besaran.

  • Investasi pada Modal Manusia: Memperkuat program upskilling dan reskilling yang relevan dengan perkembangan teknologi masa kini.

  • Fasilitasi Mobilitas Global: Membuka akses bagi tenaga kerja muda terampil untuk berkompetisi di pasar kerja internasional.

“Tugas pemerintah adalah menjadi regulator yang menciptakan ekosistem kondusif. Jika dunia usaha berkembang tanpa gangguan regulasi yang tidak perlu, kapasitas penyerapan tenaga kerja pasti akan meningkat kembali,” tutup Jahen.

Sobat dibahas, bagaimana pendapat Anda mengenai fenomena Sarjana Putus Asa Cari Kerja ini? Apakah kurikulum pendidikan saat ini sudah menjawab kebutuhan dunia kerja? Sampaikan opini Anda di kolom komentar.

  • Penulis: donny rosady
  • Editor: creative dibahas.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips menjaga kesehatan saat puasa

    Tetap Bugar & Produktif: Tips Menjaga Kesehatan Saat Puasa untuk Aktivitas Tanpa Hambatan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Menjalankan ibadah puasa bukan berarti kita harus menurunkan tempo produktivitas. Banyak orang merasa lemas atau mengantuk di siang hari, padahal dengan manajemen nutrisi dan waktu yang tepat, tubuh sebenarnya bisa tetap berfungsi optimal. Bagaimana caranya agar tubuh tetap fit dari fajar hingga maghrib? Berikut adalah panduan lengkap tips menjaga kesehatan saat puasa yang bisa Anda […]

  • Cara Mengobati Luka Batin ala dr. Zaidul Akbar

    Rahasia Sehat dr. Zaidul Akbar: Mengobati Penyakit Fisik dengan Menyembuhkan Luka Batin

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda tetap merasa cepat lelah atau sering jatuh sakit meski sudah rutin berolahraga dan menjaga pola makan? Banyak orang hanya memprioritaskan kesehatan fisik, namun mereka kerap melupakan masalah utama yang tersembunyi jauh di dalam hati. dr. Zaidul Akbar menegaskan bahwa kesehatan raga Anda sangat bergantung pada kondisi jiwa dan cara mengelola emosi. Memahami Cara […]

  • Elon Musk Luncurkan Macrohard

    Elon Musk Luncurkan Macrohard, Perusahaan Software rival Microsoft yang Berbasis AI.

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Irwan
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Pada Agustus 2025, secara resmi Elon Musk luncurkan Macrohard. Inisiatif baru ini berada langsung di bawah naungan xAI. Musk menjuluki Macrohard sebagai “perusahaan perangkat lunak AI murni”. Artinya, kecerdasan buatan akan menjalankan seluruh operasional perusahaan tersebut secara total tanpa campur tangan manusia. Nama Macrohard sengaja muncul sebagai lawan kata dari Microsoft. Musk mengubah kata “Micro” […]

  • Biografi Roberto Carlos

    Biografi Roberto Carlos: Jejak Karier Sang Pemilik Tendangan Meriam

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Dalam sejarah sepak bola dunia, hanya sedikit bek kiri yang mampu mengubah jalannya pertandingan sedrastis Roberto Carlos. Bukan hanya karena kecepatannya yang luar biasa, melainkan juga karena ia memiliki kekuatan tendangan yang mampu menembus batas logika. Oleh karena itu, dunia mengenal sosok bertubuh kekar ini sebagai salah satu bek sayap terbaik yang pernah lahir di […]

  • Penetapan Pajak Kendaraan Listrik

    Pemilik Kendaraan Listrik Kecewa, Janji Pajak 0% Berubah Jadi Beban?

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Masyarakat Indonesia awalnya menunjukkan antusiasme tinggi saat beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik (EV). Konsumen merasa tertarik meninggalkan kendaraan bensin karena pemerintah menjanjikan pembebasan pajak atau tarif 0%. Namun, para pengguna EV mulai merasa resah setelah mendengar wacana aturan baru mengenai Pajak Kendaraan Listrik. Kebijakan tersebut mereka anggap tidak konsisten dengan komitmen […]

  • Konsep Rezeki dalam Islam

    Konsep Rezeki Dalam Islam yang Menenangkan Hati

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda merasa cemas memikirkan masa depan? Mungkin Anda takut saldo tabungan menipis atau merasa iri melihat kesuksesan orang lain di media sosial. Seringkali, perasaan ini muncul karena kita hanya mengukur rezeki dari angka dan materi semata. Karna itulah diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Konsep Rezeki dalam Islam. Dalam ceramahnya, Ustadz Abdurrahman Zahier membedah […]

expand_less