Dampak Perang AS-Israel vs Iran terhadap Ekonomi Indonesia
- account_circle donny rosady
- calendar_month 12 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Eskalasi militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran pada awal Maret 2026 telah mengejutkan pasar global. Oleh karena itu, Indonesia perlu waspada karena konflik ini bukan sekadar berita luar negeri. Sebaliknya, dampak Perang AS-Israel vs Iran akan terasa nyata bagi stabilitas ekonomi domestik kita.
Indonesia saat ini merupakan net importir minyak. Selain itu, kita adalah pemain aktif dalam rantai pasok global. Akibatnya, setiap guncangan di Selat Hormuz akan menjadi ancaman serius bagi APBN dan daya beli masyarakat.
1. Lonjakan Harga Minyak Dunia
Iran memiliki kendali strategis atas Selat Hormuz. Perlu diketahui bahwa jalur ini dilewati oleh sekitar 25% perdagangan minyak dunia. Oleh sebab itu, serangan militer langsung memicu kenaikan harga minyak Brent hingga US$ 78,5 per barel.
Dampak langsung bagi Indonesia meliputi:
-
Beban Subsidi: Pemerintah harus menambah anggaran subsidi BBM hingga ratusan triliun rupiah.
-
Harga BBM: Selain subsidi yang membengkak, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax kemungkinan besar akan segera naik.
2. Tekanan Kurs Rupiah dan Pelarian Modal
Ketidakpastian global biasanya membuat investor merasa panik. Oleh karena itu, mereka cenderung menarik modal dari negara berkembang dan beralih ke aset aman (safe haven). Akibatnya, nilai tukar Rupiah mulai tertekan cukup dalam.
Hingga 2 Maret 2026, Rupiah berada di level Rp16.800 per Dolar AS. Namun, terdapat risiko angka ini akan menembus Rp17.000. Selain itu, pelemahan ini memicu imported inflation yang membuat harga bahan baku industri menjadi lebih mahal.
3. Guncangan Pasar Saham (IHSG)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga turut mengalami tekanan hebat. Hal ini terjadi karena sentimen risk-off yang memicu aksi jual massal oleh investor asing. Meskipun demikian, saham di sektor energi dan pertambangan emas justru berpotensi mengalami penguatan jangka pendek.
4. Efek Domino pada Inflasi
Kombinasi kenaikan biaya energi dan pelemahan Rupiah akhirnya akan bermuara pada Inflasi.
-
Pertama, biaya logistik naik akibat penyesuaian harga BBM.
-
Kedua, biaya produksi pabrik meningkat karena harga bahan baku impor yang mahal.
-
Akhirnya, harga kebutuhan pokok di pasar mulai terkerek naik secara signifikan.
Oleh karena itu, dampak perang AS-Israel vs Iran sangat mengancam daya beli masyarakat menengah ke bawah. Sebab, sebagian besar pendapatan mereka akan tersedot hanya untuk kebutuhan pangan dan transportasi.
Pemerintah Indonesia harus segera mengambil langkah strategis. Selain melakukan diplomasi proaktif, penguatan jaring pengaman sosial sangatlah diperlukan. Sementara itu, bagi Anda sebagai individu, mulailah mempertimbangkan aset aman seperti emas untuk melindungi nilai kekayaan Anda.
- Penulis: donny rosady
- Editor: creative dibahas.com

Saat ini belum ada komentar