Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Teknologi » Teknologi Pembenihan Ikan Nila Intensif di Sukabumi: Hemat Lahan & Hasil Jutaan Ekor

Teknologi Pembenihan Ikan Nila Intensif di Sukabumi: Hemat Lahan & Hasil Jutaan Ekor

  • account_circle donny rosady
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Budidaya ikan nila kini memasuki babak baru. Deni Rusmawan, seorang pembudidaya inovatif dari Jalan Cibaraja, Salajambe, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, sukses menerapkan sistem pembenihan intensif yang jauh lebih efisien daripada metode tradisional. Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan lahan bagi para peternak ikan.

Pembenihan Ikan Nila Intensif Menggabungkan Ecolecting dan Inkubator RAS

Sistem ini mengandalkan integrasi teknologi Ecolecting dan Inkubator RAS (Recirculating Aquaculture System). Berbeda dengan cara lama yang membiarkan telur menetas secara alami, Deni menggunakan inkubator modern.

Teknologi RAS menjaga sirkulasi air secara terus-menerus. Dengan cara ini, kualitas air, suhu, dan kadar oksigen tetap berada pada level optimal. Hasilnya, telur dan larva ikan tumbuh lebih sehat karena terhindar dari risiko kematian dini.

Efisiensi Lahan yang Luar Biasa

Salah satu keunggulan utama sistem intensif ini adalah efisiensi tempat. Mari kita bandingkan dengan metode konvensional:

  • Sistem Tradisional: Membutuhkan lahan minimal 500 hingga 700 m2 untuk satu paket pemijahan (100 jantan dan 300 betina).

  • Sistem Intensif Deni Rusmawan: Hanya memerlukan area seluas 35 m2 (ukuran 7 x 5 meter) dengan menggunakan waring atau hapa.

Lahan yang jauh lebih sempit ini justru mampu meningkatkan angka kelangsungan hidup larva. Sistem inkubator mampu mengendalikan faktor pengganggu seperti cuaca ekstrem, fluktuasi suhu, hingga ancaman predator dan induk jantan yang sering memakan telurnya sendiri.

Menggunakan Indukan Unggul “Nila Sakti”

Deni tidak hanya mengandalkan alat, tetapi juga pemilihan genetik yang tepat. Ia memilih Indukan Nila Sakti sebagai bibit utama. Varietas ini memiliki daya tahan tinggi dan kecepatan tumbuh yang luar biasa, sehingga pasar sangat meminati benih hasil produksinya.

Memasok Benih hingga ke Seluruh Indonesia

Keberhasilan teknologi ini terlihat dari angka pesanan yang masuk sepanjang tahun 2025. Deni Rusmawan mengelola pesanan hingga jutaan ekor benih untuk berbagai keperluan.

Salah satu pencapaian besarnya adalah menyuplai benih untuk Program Revitalisasi Pantura milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selain itu, ia melakukan pengiriman rutin ke berbagai pulau besar seperti:

  • Sumatera

  • Kalimantan

  • Sulawesi

  • Papua

Teknologi Pembenihan Ikan Nila Intensif ini terbukti mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus melonjak. Inovasi dari Sukabumi ini menjadi solusi cerdas, efisien, dan berkelanjutan bagi masa depan sektor perikanan budidaya di Indonesia.

  • Penulis: donny rosady
  • Editor: creative dibahas.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penyebab kenaikan harga Pertamax bulan juni 2026

    Harga Pertamax Naik Rp4.000 dalam Semalam: Ini 5 Penyebab Utamanya

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Per Rabu pagi ini, 10 Juni 2026, antrean di banyak SPBU Pertamina mendadak lebih panjang dari biasanya. Bukan karena ada promo. Tapi karena harga Pertamax RON 92 resmi naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter — lompatan Rp3.950 atau sekitar 32 persen dalam sehari. Pertamax Green 95 juga ikut naik, dari Rp12.900 ke Rp17.000 per […]

  • IHSG Anjlok

    IHSG Anjlok ke Level 7.900, Danantara Siap ‘Pasang Badan’

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Jakarta – Awal pekan yang menegangkan kembali mewarnai pasar modal Indonesia. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (2/2/2026), Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok ke level 7.900 dan langsung terjun bebas ke zona merah. Meskipun sempat rebound tipis pada Jumat lalu, IHSG pagi ini justru dibuka melemah di level 8.306. Bahkan, indeks sempat menyentuh […]

  • makanan pembersih usus kotor

    5 Makanan Pembersih Usus Kotor Secara Alami Tanpa Obat Pencahar

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Perut terasa begah, susah buang air besar, badan cepat lelah meski tidak banyak aktivitas — tiga keluhan ini sering kamu anggap sepele, padahal semuanya bisa jadi tanda usus besar yang penuh tumpukan sisa makanan. Sisa makanan yang lama mengendap di usus akan membusuk dan melepaskan racun ke seluruh tubuh. Untuk itu anda membutuhkan makanan pembersih […]

  • mobil listrik Afeela

    Sony dan Honda Batalkan Proyek Mobil Listrik Afeela: Apa yang Terjadi?

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Industri otomotif global baru saja menerima kabar mengejutkan mengenai masa depan brand Afeela. Sejak perkenalan perdananya di panggung CES 2020, proyek ambisius antara Sony dan Honda ini terus memikat perhatian publik. Namun, meskipun ekspektasi masyarakat sangat tinggi, kedua perusahaan kini resmi menghentikan seluruh pengembangan kendaraan listrik mereka. Keputusan ini mencakup pembatalan model mobil listrik Afeela […]

  • lipstick effect

    Lipstick Effect: Kenapa Kita Tetap Boros Meski Ekonomi Lagi Susah?

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Pernah merasa bersalah habis beli kopi Rp65 ribu di tengah bulan yang seret? Atau tiba-tiba nongol tagihan paylater untuk tiket konser yang “mendadak harus dibeli”? Kalau iya, Anda kemungkinan besar sedang kena lipstick effect. Menariknya, ini bukan soal lemah iman. Sebaliknya, fenomena ini punya akar psikologis dan ekonomi yang cukup dalam—dan perencana keuangan. Apa Itu […]

  • Profil Lengkap Pulau Sebatik Indonesia

    Mengenal Pulau Sebatik: Permata Perbatasan yang Terbelah Dua Negara

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Pulau Sebatik kini bukan lagi sekadar titik kecil pada peta Indonesia. Terletak tepat di ujung utara Kalimantan Utara, Pulau Sebatik menyimpan keunikan langka karena dua negara, yakni Indonesia dan Malaysia, memiliki kedaulatan atas satu daratan yang sama. Selain itu, Indonesia baru saja mencatat sejarah besar melalui keberhasilan diplomasi pada April 2026. Pemerintah secara resmi memperluas […]

expand_less