Tetap Bugar Selama Ramadan: Panduan Olahraga Saat Puasa, Kapan Waktu Terbaiknya?
- account_circle donny rosady
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bulan Ramadan bukan alasan untuk berhenti beraktivitas fisik. Banyak orang khawatir olahraga justru membuat tubuh lemas atau membatalkan puasa karena rasa haus yang hebat. Padahal, menjaga kebugaran selama bulan suci sangat penting agar metabolisme tubuh tetap prima.
Lantas, bagaimana cara mengatur waktu dan jenis olahraga yang tepat agar tetap aman? Simak rangkuman panduan olahraga berdasarkan penjelasan pakar berikut ini.
Memilih Waktu Terbaik untuk Olahraga Saat Puasa
Tantangan terbesar saat berpuasa adalah risiko dehidrasi. Oleh karena itu, Anda perlu jeli dalam memilih waktu latihan:
-
Satu Jam Sebelum Berbuka (Ngabuburit): Para pakar sangat menyarankan waktu ini. Keuntungannya, Anda bisa segera mengganti cairan dan energi yang hilang begitu bedug magrib bertalu.
-
Setelah Berbuka Puasa: Di waktu ini, tubuh sudah mendapatkan asupan energi dari makanan. Anda memiliki tenaga lebih untuk melakukan olahraga dengan intensitas yang lebih tinggi.
-
Setelah Sahur: Meski energi masih penuh, olahraga setelah sahur berisiko memicu dehidrasi lebih cepat. Anda harus menjalani sisa hari yang panjang tanpa asupan cairan sama sekali.
Gunakan Jenis Olahraga yang Tepat
Selama berpuasa, sebaiknya Anda menghindari olahraga berat yang memicu keringat berlebih. Fokuslah pada aktivitas dengan intensitas rendah hingga sedang, seperti:
-
Jalan Santai: Aktivitas ringan ini efektif menjaga sirkulasi darah tanpa memaksa jantung bekerja terlalu keras.
-
Yoga atau Peregangan: Latihan ini membantu menjaga kelenturan otot sekaligus memberikan efek relaksasi pada pikiran.
-
Bersepeda Santai: Anda bisa melakukannya di sore hari sambil menikmati udara segar menjelang berbuka.
Menjaga Hidrasi dan Nutrisi
Agar tubuh tidak “tumbang”, perhatikan asupan cairan saat tidak berpuasa. Terapkan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur). Selain itu, konsumsilah karbohidrat kompleks dan protein saat sahur sebagai cadangan energi yang lebih tahan lama.
Kapan Anda Harus Berhenti Olahraga Saat Puasa?
Selalu dengarkan sinyal tubuh Anda. Jika Anda merasa pusing hebat, mual, atau pandangan berkunang-kunang saat berolahraga, segera hentikan aktivitas tersebut. Pastikan keamanan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama Anda di atas target kebugaran.
Puasa bukan penghalang untuk hidup sehat. Dengan pengaturan waktu yang pas dan jenis latihan yang terukur, Anda tetap bisa tampil bugar hingga hari kemenangan tiba. Selamat menjalankan ibadah puasa dan tetap sehat
- Penulis: donny rosady
- Editor: creative dibahas.com

Saat ini belum ada komentar