Mengapa Banyak Pasangan Cerai? Ternyata Bukan Cuma Selingkuh, Ini Alasan Utamanya
- account_circle Utomo
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Media sosial Indonesia belakangan ini riuh oleh berita perselingkuhan, mulai dari kalangan selebgram hingga anggota TNI. Fenomena ini memicu ketakutan bagi banyak orang untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Mereka seringkali beranggapan bahwa pengkhianatan akan selalu membuat pernikahan berakhir tragis. Namun, benarkah itu alasan pasangan cerai yang paling utama?
Namun, data menunjukkan fakta yang berbeda. Berdasarkan data BPS tahun 2025, Indonesia mencatat lebih dari 400.000 kasus perceraian. Menariknya, perselisihan dan pertengkaran terus-menerus menjadi penyebab nomor satu (65%), melampaui isu selingkuh atau KDRT.
Lantas, apa pemicu utama pertengkaran tersebut? Mari kita bedah berdasarkan riset Dr. John Gottman dan perspektif psikologi Satu Persen.
The Four Horseman: 4 Pola Komunikasi Perusak Hubungan
Dr. John Gottman, seorang pakar psikologi, mengobservasi ribuan pasangan selama 40 tahun. Ia menemukan empat pola komunikasi berbahaya yang ia sebut “The Four Horseman of the Apocalypse”. Pola-pola ini seringkali meramalkan kehancuran hubungan:
-
Criticism (Kritik Karakter): Seseorang menyerang pribadi pasangan, bukan perilakunya. Contoh: “Kamu memang tidak bisa diandalkan!”.
-
Contempt (Merendahkan): Salah satu pihak merasa lebih superior dan menggunakan sarkasme untuk menghina. Tindakan ini mematikan rasa empati dalam hubungan.
-
Defensiveness (Sikap Defensif): Alih-alih mencari solusi, seseorang justru merasa sebagai korban dan membalas serangan pasangan.
-
Stonewalling (Mendiamkan): Seseorang menutup diri secara total, baik fisik maupun emosional, saat menghadapi konflik.
Financial Infidelity: Bahaya Selingkuh Keuangan
Masalah ekonomi turut menyumbang sekitar 100.000 kasus perceraian. Namun, riset membuktikan bahwa nominal saldo bukan penentu utama. Hal yang paling berpengaruh adalah cara pasangan merespons tekanan finansial.
Banyak orang kini terjebak dalam Financial Infidelity atau selingkuh keuangan. Pasangan sengaja menyembunyikan gaji, hutang pinjol, atau kekalahan judi online. Kebohongan ini menghancurkan kepercayaan lebih dalam daripada selingkuh fisik karena merusak visi masa depan bersama.
Tips Membangun Hubungan Langgeng dan Sehat Finansial
Anda dapat mencegah keretakan hubungan dengan menerapkan strategi berikut:
-
The Money Date: Jadwalkan waktu khusus setiap bulan untuk mengobrol santai mengenai keuangan. Lakukan ini saat suasana hati sedang baik.
-
Three Bucket System: Bagi keuangan ke dalam tiga pos: uang pribadi, uang pasangan, dan uang bersama untuk kebutuhan rumah tangga.
-
Financial Love Map: Kenali ketakutan finansial pasangan, trauma masa kecil soal uang, hingga impian masa depan mereka secara mendalam.
Angka perceraian yang tinggi membuktikan bahwa banyak pasangan belum menguasai keterampilan komunikasi dan literasi finansial yang memadai. Padahal, membangun hubungan yang kuat menuntut keterbukaan serta kemauan untuk terus belajar bersama. Dengan memahami faktor-faktor ini, kita bisa mengantisipasi berbagai alasan pasangan cerai yang sering muncul di masa depan.
- Penulis: Utomo

Saat ini belum ada komentar