Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Lupakan Ranking, Ini Yang Sebenarnya Dibutuhkan Anak Indonesia

Lupakan Ranking, Ini Yang Sebenarnya Dibutuhkan Anak Indonesia

  • account_circle donny rosady
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Menghapus Batasan Ranking: 3 Pilar Mempersiapkan Masa Depan Anak

Bagaimana seharusnya kita mempersiapkan masa depan anak melalui pendidikan yang tepat? Sudah terlalu lama kita menjawabnya dengan satu cara: angka. Konkretnya, kita mengandalkan nilai rapor, peringkat kelas, dan skor ujian. Padahal, pertanyaannya sederhana — apakah semua itu benar-benar menjamin masa depan mereka?

Di Iso-Late Show, Grace Tahir berbincang dengan Pak Fauzan, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendikti Saintek RI. Selain itu, Pak Fauzan bukan akademisi biasa: 11 tahun di Oxford, lalu mendirikan perusahaan teknologi bernilai triliunan rupiah. Oleh karena itu, pesannya lugas — berhenti mengejar ranking, mulai bangun talenta yang utuh.

1. Pendidikan Berbasis Minat

Sistem konvensional memaksa semua anak menguasai hal yang sama dengan standar seragam. Akibatnya, potensi unik tiap anak sering kali terkubur sejak dini.

Dalam ilmu fisika, ada analogi yang relevan: kapasitas energi anak bersifat konstan. Artinya, kalau seorang anak tidak menonjol di matematika, mungkin energinya tersalur ke olahraga, seni, atau kemampuan sosial. Dengan kata lain, bukan berarti ia tidak pintar.

Sementara itu, Finlandia dan Norwegia sudah membuktikan pendekatan berbeda ini puluhan tahun lalu. Di sana, sekolah mendesain proses belajar mengikuti minat dan umpan balik tiap siswa — bukan template seragam. Hasilnya, kedua negara itu kini punya indeks kebahagiaan dan kualitas pendidikan yang tinggi.

2. Leadership dari Hal Kecil di Rumah

Banyak orang tua mengira kepemimpinan hanya bisa dipelajari di organisasi sekolah. Namun, Pak Fauzan mengutip studi jangka panjang dengan temuan yang mengejutkan: indikator paling akurat untuk memprediksi kesuksesan anak bukan nilai ujian atau keaktifan di OSIS — melainkan kebiasaan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

“Tanggung jawab tumbuh dari hal-hal kecil. Minta anak menutup gorden sendiri. Cuci piring sendiri setelah makan. Kebiasaan kecil seperti ini berkorelasi langsung dengan pembentukan mentalitas kepemimpinan.”

Oleh sebab itu, orang tua perlu membiasakan anak mandiri menyelesaikan urusan kecilnya. Kemudian, saat melihat sesuatu berantakan, anak yang terbiasa tidak menunggu disuruh — ia langsung bergerak. Dengan demikian, sikap itulah yang mereka bawa saat memimpin kelak.

3. Grit di Atas Kepintaran

Pak Fauzan punya latar belakang yang tidak biasa: ia menghadapi kerasnya Jakarta sejak usia 15 tahun, termasuk masa-masa di jalanan Blok M. Meski demikian, pengalaman itu justru memperkuat satu keyakinannya — pendidikan adalah jalan keluar terbaik dari kesulitan ekonomi.

Selain itu, setelah merekrut talenta dari Oxford, Cambridge, hingga berbagai kampus lokal Indonesia, ia menarik satu kesimpulan yang konsisten: kemampuan teknis luar biasa tidak banyak gunanya tanpa Grit dan Persistency. Oleh karena itu, industri global justru mencari karakter pantang menyerah itu — bukan deretan nilai A di lembar ijazah. Terlebih lagi, talenta Indonesia sudah punya modal itu secara alami.

Peran Pemerintah

Menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah menjalankan dua jalur sekaligus. Pertama, program ekuitas meratakan kualitas pendidikan dari Sabang sampai Merauke dengan anggaran triliunan rupiah. Kedua, jalur strategis memfasilitasi “atlet akademik” berprestasi melalui Sekolah Garuda — dengan target konkret: melahirkan peraih Nobel Prize pertama dari Indonesia.

Namun, transformasi ini tidak bisa instan dan tidak bisa satu pihak kerjakan sendiri. Oleh karena itu, kita membutuhkan kerja sama akademisi, pemerintah, industri, dan orang tua. Pada akhirnya, investasi terbaik dalam pendidikan anak untuk masa depan bukan soal ranking — melainkan dimulai dari hal paling dekat: rumah, tugas kecil sehari-hari, dan keputusan untuk berhenti memaksa anak mengejar angka yang tidak berarti.

  • Penulis: donny rosady
  • Editor: creative dibahas.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • biografi Zinedine Zidane

    Biografi Zinedine Zidane: Jejak Sang Maestro yang Mengubah Sejarah Sepak Bola

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Dalam panggung sepak bola modern, hanya sedikit pemain yang memiliki karisma dan kecerdasan taktik seperti Zinedine Zidane. Bukan hanya karena kemampuannya mengolah bola dengan elegan, melainkan juga karena ia mampu meraih kesuksesan luar biasa, baik sebagai pemain maupun pelatih. Oleh sebab itu, dunia mengenal sosok berjuluk Zizou ini sebagai salah satu jenius terbesar dalam sejarah […]

  • Wisata Bandung Terpopuler 2026

    7 Rekomendasi Wisata Bandung Terpopuler 2026 yang Menjadi Favorit Warga Lokal

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Warga Bandung selalu memiliki banyak pilihan untuk mengisi waktu libur panjang. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika destinasi di sekitar Lembang dan Ciwidey tetap menjadi primadona utama di tahun 2026. Memasuki masa liburan, tren wisata kini lebih mengedepankan pengalaman alam yang dipadukan dengan kenyamanan fasilitas modern. Selain itu, akses jalan yang semakin mulus mempermudah masyarakat […]

  • Bensin Sawit ITS

    Inovasi Bensin Kelapa Sawit ITS Surabaya yang Siap Diuji Nasional

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia saat ini terus melakukan langkah nyata guna memperkuat ketahanan energi nasional secara mandiri. Sejalan dengan upaya tersebut, tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menciptakan inovasi bernama Benwit (Bensin Sawit). Bahan bakar alternatif ini memanfaatkan minyak sawit mentah sebagai bahan baku utamanya. Selain menawarkan solusi yang inovatif, produk ini juga […]

  • teknik dasar bola voli

    Panduan Belajar Bola Voli untuk Pemula: Kuasai Teknik Dasar dengan Cepat

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Apakah Anda penggemar olahraga bola voli? Jika Anda ingin menguasai teknik dasar bola voli serta seni permainan agar pertandingan berjalan seru, maka simaklah panduan dari Danny (Prime Coaching Sport) dan Byron (QAS) ini. Selain itu, panduan ini akan membantu Anda memahami seluruh fundamental melalui empat pilar utama: Digging, Setting, Spiking, dan Serving. 4 Teknik Dasar […]

  • Bisnis tempe dan harga kedelai

    Strategi Cerdas Pengusaha Tempe Menghadapi Kenaikan Harga Kedelai: Panduan Lengkap dan Peluang Bisnis

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Tantangan Industri Tempe: Menghadapi Lonjakan Harga Kedelai Sektor produksi tempe nasional sedang menghadapi tekanan ekonomi yang signifikan akibat tren kenaikan harga bahan baku global. Di beberapa titik distribusi, salah satunya Bengkulu, harga telah menyentuh angka Rp560.000 per karung. Dinamika antara bisnis tempe dan harga kedelai yang fluktuatif ini menuntut para pengusaha untuk melakukan langkah-langkah adaptif […]

  • Rupiah Melemah

    Rupiah Melemah Tembus Rp18.129, Ini Penyebab dan Cara Bertahan

    • calendar_month 11 jam yang lalu
    • account_circle donny rosady
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan kini bergerak di kisaran Rp 18.129 per dolar AS. Pelemahan ini bukan sekadar angka—dampaknya langsung menghantam lapangan, dari harga bahan baku yang melonjak hingga sejumlah pabrik yang terpaksa memilih berhenti beroperasi untuk sementara. Lalu, apa yang sebenarnya mendorong rupiah melemah ke level ini, dan apa langkah konkretnya? The Fed […]

expand_less