Mengenang Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno: Sosok Negarawan dan Wakil Presiden RI ke-6 yang Berpulang
- account_circle donny rosady
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

Indonesia hari ini merasakan duka yang sangat mendalam. Tepat pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB, Jenderal TNI (Purn.) H. Try Sutrisno menghembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto. Meskipun sosok fisiknya telah tiada, bangsa ini akan selalu mengenang warisan integritas serta kesetiaan beliau yang luar biasa. Oleh karena itu, mari kita menelusuri kembali jejak langkah sang “Jenderal Rakyat” ini, mulai dari masa perjuangan hingga pengabdian terakhirnya bagi negara melalui Biografi Try Sutrisno.
1. Masa Kecil: Menempa Nyali di Surabaya
Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di Surabaya sebagai putra dari pasangan Subandi dan Mardiyah. Namun, kondisi perang kemerdekaan memaksa keluarga Try untuk mengungsi ke Mojokerto demi mencari perlindungan.
Akibatnya, Try kecil terpaksa berhenti sekolah dan memilih bekerja sebagai penjual rokok serta koran guna menyambung hidup keluarga. Akan tetapi, keterbatasan ekonomi tersebut justru membakar semangat patriotisnya lebih awal. Bahkan, pada usia yang baru menginjak 13 tahun, ia sudah bergabung dengan Barisan Pemuda Republik Indonesia (BPRI) untuk mengantar pesan rahasia bagi para pejuang.
2. Karier Militer: Menapak Puncak Lewat Prestasi
Setelah masa revolusi berakhir, Try menempuh pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) dan lulus pada tahun 1959. Selanjutnya, ia menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang gemilang di berbagai medan penugasan. Sebagai contoh, ia memimpin penumpasan pemberontakan PRRI di Sumatera dan ikut serta dalam Operasi Pembebasan Irian Barat.
Titik balik kariernya muncul pada tahun 1974 saat Presiden Soeharto memilihnya menjadi ajudan pribadi. Melalui posisi strategis ini, Try belajar banyak mengenai seni kepemimpinan nasional dan kebijakan negara. Tak lama kemudian, prestasinya membawa beliau menduduki jabatan tertinggi militer sebagai Panglima ABRI pada periode 1988–1993.
3. Menjabat Sebagai Wakil Presiden RI ke-6
Dukungan penuh dari fraksi ABRI di MPR akhirnya mengantar Try Sutrisno menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia pada tahun 1993. Meskipun terpilih di tengah dinamika politik yang tinggi, beliau tetap menjadi pendamping yang sangat loyal bagi Presiden Soeharto. Selain itu, masyarakat mengenal beliau sebagai sosok yang sangat ramah dan sering turun langsung ke lapangan.
Selama masa baktinya, Try mencurahkan perhatian besar pada penguatan ideologi Pancasila serta stabilitas keamanan nasional. Oleh sebab itu, dunia politik Indonesia menghormati beliau sebagai salah satu Wakil Presiden yang paling konsisten dalam menjaga etika dan moral kepemimpinan.
4. Kepulangan Sang Negarawan: 2 Maret 2026
Setelah mendedikasikan masa tuanya di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), kondisi kesehatan beliau menurun karena faktor usia. Setelah menjalani perawatan intensif di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, sang jenderal berpulang dengan tenang.
Pemerintah menyelenggarakan upacara pemakaman militer tingkat kenegaraan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Bendera setengah tiang berkibar sebagai tanda penghormatan terakhir bagi sosok yang dikenal tak pernah memiliki cela dalam catatan kariernya ini.
Biografi Try Sutrisno adalah cerminan dari pengabdian tanpa batas bagi NKRI. Walaupun sosok fisiknya telah meninggalkan kita, nilai-nilai kepemimpinan yang ia tinggalkan akan selalu menjadi kompas bagi generasi mendatang.
“Seorang prajurit tidak pernah benar-benar mati, ia hanya beristirahat setelah memastikan benderanya tetap berkibar tegak.”
- Penulis: donny rosady
- Editor: creative dibahas.com

Saat ini belum ada komentar