Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Lupakan Ranking, Ini Yang Sebenarnya Dibutuhkan Anak Indonesia

Lupakan Ranking, Ini Yang Sebenarnya Dibutuhkan Anak Indonesia

  • account_circle donny rosady
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Menghapus Batasan Ranking: 3 Pilar Mempersiapkan Masa Depan Anak

Bagaimana seharusnya kita mempersiapkan masa depan anak melalui pendidikan yang tepat? Sudah terlalu lama kita menjawabnya dengan satu cara: angka. Konkretnya, kita mengandalkan nilai rapor, peringkat kelas, dan skor ujian. Padahal, pertanyaannya sederhana — apakah semua itu benar-benar menjamin masa depan mereka?

Di Iso-Late Show, Grace Tahir berbincang dengan Pak Fauzan, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendikti Saintek RI. Selain itu, Pak Fauzan bukan akademisi biasa: 11 tahun di Oxford, lalu mendirikan perusahaan teknologi bernilai triliunan rupiah. Oleh karena itu, pesannya lugas — berhenti mengejar ranking, mulai bangun talenta yang utuh.

1. Pendidikan Berbasis Minat

Sistem konvensional memaksa semua anak menguasai hal yang sama dengan standar seragam. Akibatnya, potensi unik tiap anak sering kali terkubur sejak dini.

Dalam ilmu fisika, ada analogi yang relevan: kapasitas energi anak bersifat konstan. Artinya, kalau seorang anak tidak menonjol di matematika, mungkin energinya tersalur ke olahraga, seni, atau kemampuan sosial. Dengan kata lain, bukan berarti ia tidak pintar.

Sementara itu, Finlandia dan Norwegia sudah membuktikan pendekatan berbeda ini puluhan tahun lalu. Di sana, sekolah mendesain proses belajar mengikuti minat dan umpan balik tiap siswa — bukan template seragam. Hasilnya, kedua negara itu kini punya indeks kebahagiaan dan kualitas pendidikan yang tinggi.

2. Leadership dari Hal Kecil di Rumah

Banyak orang tua mengira kepemimpinan hanya bisa dipelajari di organisasi sekolah. Namun, Pak Fauzan mengutip studi jangka panjang dengan temuan yang mengejutkan: indikator paling akurat untuk memprediksi kesuksesan anak bukan nilai ujian atau keaktifan di OSIS — melainkan kebiasaan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

“Tanggung jawab tumbuh dari hal-hal kecil. Minta anak menutup gorden sendiri. Cuci piring sendiri setelah makan. Kebiasaan kecil seperti ini berkorelasi langsung dengan pembentukan mentalitas kepemimpinan.”

Oleh sebab itu, orang tua perlu membiasakan anak mandiri menyelesaikan urusan kecilnya. Kemudian, saat melihat sesuatu berantakan, anak yang terbiasa tidak menunggu disuruh — ia langsung bergerak. Dengan demikian, sikap itulah yang mereka bawa saat memimpin kelak.

3. Grit di Atas Kepintaran

Pak Fauzan punya latar belakang yang tidak biasa: ia menghadapi kerasnya Jakarta sejak usia 15 tahun, termasuk masa-masa di jalanan Blok M. Meski demikian, pengalaman itu justru memperkuat satu keyakinannya — pendidikan adalah jalan keluar terbaik dari kesulitan ekonomi.

Selain itu, setelah merekrut talenta dari Oxford, Cambridge, hingga berbagai kampus lokal Indonesia, ia menarik satu kesimpulan yang konsisten: kemampuan teknis luar biasa tidak banyak gunanya tanpa Grit dan Persistency. Oleh karena itu, industri global justru mencari karakter pantang menyerah itu — bukan deretan nilai A di lembar ijazah. Terlebih lagi, talenta Indonesia sudah punya modal itu secara alami.

Peran Pemerintah

Menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah menjalankan dua jalur sekaligus. Pertama, program ekuitas meratakan kualitas pendidikan dari Sabang sampai Merauke dengan anggaran triliunan rupiah. Kedua, jalur strategis memfasilitasi “atlet akademik” berprestasi melalui Sekolah Garuda — dengan target konkret: melahirkan peraih Nobel Prize pertama dari Indonesia.

Namun, transformasi ini tidak bisa instan dan tidak bisa satu pihak kerjakan sendiri. Oleh karena itu, kita membutuhkan kerja sama akademisi, pemerintah, industri, dan orang tua. Pada akhirnya, investasi terbaik dalam pendidikan anak untuk masa depan bukan soal ranking — melainkan dimulai dari hal paling dekat: rumah, tugas kecil sehari-hari, dan keputusan untuk berhenti memaksa anak mengejar angka yang tidak berarti.

  • Penulis: donny rosady
  • Editor: creative dibahas.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Toyota New Alphard XE Hybrid EV

    Panas! Toyota Rilis Alphard XE Hybrid EV: Strategi “Murah” Demi Jegal Dominasi Denza D9?

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Dinamika pasar otomotif di segmen Luxury MPV Indonesia memasuki babak baru yang kian kompetitif. Menanggapi pergeseran preferensi konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan, PT Toyota-Astra Motor (TAM) secara resmi memperkenalkan varian terbaru, Toyota New Alphard XE Hybrid EV. Kehadiran varian ini dipandang sebagai langkah taktis yang sangat terukur. Di tengah gempuran inovasi dari berbagai manufaktur global, […]

  • AI Terbaik 2026

    7 AI Terbaik 2026: Perbandingan Lengkap dan Cara Menghasilkan Uang Darinya

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Dunia teknologi bergerak sangat cepat. Di tahun 2026, memilih alat AI (Artificial Intelligence) bukan lagi soal ikut-ikutan tren atau FOMO, melainkan soal efisiensi dan kebutuhan spesifik. Salah memilih alat berarti membuang waktu dan uang. Artikel ini akan membedah 7 chatbot AI paling relevan di tahun 2026, keunggulannya, hingga strategi memanfaatkannya untuk membuka peluang penghasilan baru. […]

  • Bahaya Rokok Elektrik

    Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Utomo
    • visibility 910
    • 0Komentar

    Rokok elektrik, atau yang sering disebut vape, semakin populer di kalangan remaja dan dewasa muda. Banyak orang beralih dari rokok konvensional ke rokok elektrik dengan asumsi bahwa produk ini lebih aman. Namun, apakah benar rokok elektrik bebas risiko? Ternyata, sejumlah penelitian membuktikan bahwa rokok elektrik tetap memiliki potensi bahaya yang tidak boleh diabaikan. Bahaya rokok […]

  • Penyakit Lansia Mulai Incar Gen Z

    ‘Penyakit Lansia’ Mulai Incar Gen Z: Tren Makanan Viral Jadi Biang Keroknya?

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Jakarta – Pernahkah kamu menyadari betapa banyaknya konten kesehatan yang berseliweran di YouTube saat ini? Berbagai kanal kini rutin membedah riset medis terbaru hingga memberikan tips gaya hidup sehat yang sangat edukatif. Namun anehnya, meski akses informasi kesehatan kini berada dalam genggaman, semakin banyak penyakit lansia mulai Incar Gen Z. Anak muda usia 20-an justru […]

  • Ungu Rilis Lagu Religi Pulang Pada-Mu

    Menggetarkan Jiwa, Ungu Kembali dengan Lagu Religi Terbaru “Pulang Pada-Mu”

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Bagi para Cliquers, bulan Ramadan rasanya belum lengkap tanpa karya terbaru dari Ungu. Setelah bertahun-tahun sukses dengan hits abadi, kini Pasha dan kawan-kawan kembali membawa sesuatu yang spesial. Tahun 2026 ini, Ungu Rilis Lagu Religi “Pulang Pada-Mu“. Karya ini terasa jauh lebih dewasa dan dalam daripada lagu-lagu sebelumnya. Sebuah Perjalanan Mencari Titik Balik Lagu religi […]

  • Mushola di Plaza Indonesia, nyaman dan Mewah terawat

    Mushola di Plaza Indonesia, nyaman dan Mewah terawat

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Utomo
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Berada di lt.3 berada tepat disamping ATM center milik Bank Mandiri & BCA. semoga informasi ini bermanfaat buat kalian yang bingung mencari tempat sholat / mushola di Plaza Indonesia. Bagi kaum muslim, aktivitas berbelanja di pusat perbelajaan kadang terasa tidak tenang, terlebih ketika tiba waktu ibadah, karena kebanyakan kegiatan belanja ini bertabrakan dengan  kewajiban untuk […]

expand_less