Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Harga Pertamax Naik Rp4.000 dalam Semalam: Ini 5 Penyebab Utamanya

Harga Pertamax Naik Rp4.000 dalam Semalam: Ini 5 Penyebab Utamanya

  • account_circle donny rosady
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Per Rabu pagi ini, 10 Juni 2026, antrean di banyak SPBU Pertamina mendadak lebih panjang dari biasanya. Bukan karena ada promo. Tapi karena harga Pertamax RON 92 resmi naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter — lompatan Rp3.950 atau sekitar 32 persen dalam sehari. Pertamax Green 95 juga ikut naik, dari Rp12.900 ke Rp17.000 per liter. Sebenarnya apa penyebab kenaikan harga Pertamax?

Wajar kalau banyak orang kaget. Kenaikan sebesar ini tidak terjadi dalam semalam tanpa sebab. Ada rangkaian kejadian besar yang mendorongnya — mulai dari perang di Timur Tengah, tekanan fiskal pemerintah, sampai masalah stok impor yang mulai mengkhawatirkan.

5 Penyebab Penyebab Kenaikan Harga Pertamax

1. Perang AS-Israel vs Iran: Biang Kerok Utama

Segalanya bermula pada 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran. Konflik ini bukan sekadar ketegangan diplomatik biasa — dampaknya langsung terasa ke seluruh dunia.

Iran membalas dengan menutup Selat Hormuz mulai 5 Maret 2026. Selat ini bukan jalur sembarangan: sekitar 20–30 persen pasokan minyak mentah dunia melewatinya setiap hari, dengan 80 persen di antaranya menuju negara-negara Asia. Begitu jalur ini tersumbat, harga minyak dunia langsung melonjak.

Pada 9 Maret 2026, harga minyak mentah menyentuh USD 119 per barel — level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Padahal asumsi APBN Indonesia untuk tahun 2026 hanya dipatok di USD 70 per barel. Selisihnya besar sekali.

2. Beban Fiskal Negara Sudah Tidak Kuat

Pemerintah dan Pertamina sebenarnya sudah menahan kenaikan harga Pertamax sejak Maret 2026. Selama hampir tiga bulan, mereka menanggung selisih antara harga beli impor yang mahal dan harga jual domestik yang masih rendah.

Anggota Dewan Energi Nasional, Satya Widya Yudha, menggambarkan situasi itu dengan cukup jelas: “Sekarang Rp16.250 dikurangi yang kemarin Rp12.300 per liter — itu dikalikan sekian juta liter yang sudah pemerintah tanggung selisihnya.”

Subsidi energi sempat mencapai Rp30,8 triliun per bulan. Angka yang tidak mungkin dipertahankan terus-menerus. Keputusan menaikkan harga Pertamax akhirnya tidak bisa dihindari.

3. Pasokan Impor BBM Mulai Terganggu

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, menjelaskan ada masalah nyata di sisi pasokan. Karena harga beli impor sudah jauh lebih tinggi dari harga jual domestik, volume BBM yang bisa diimpor Pertamina ikut menyusut.

“Uang yang kami dapat dari penjualan domestik untuk membeli BBM di market impor tidak lagi mendapatkan volume yang sama,” kata Sigit.

Kalau kondisi itu dibiarkan, stok Pertamax di SPBU bisa mulai kritis. Kenaikan harga akhirnya jadi satu-satunya jalan untuk memastikan pasokan tetap tersedia di seluruh jaringan SPBU Indonesia.

4. Formula Harga Keekonomian Memang Menuntut Penyesuaian

Pertamax adalah BBM nonsubsidi. Artinya, harganya memang seharusnya mengikuti fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah — bukan ditentukan sepihak oleh pemerintah secara permanen.

Pertamina Patra Niaga menyebut penyesuaian ini dilakukan sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah, setelah melalui evaluasi berkala. Ketika harga minyak dunia naik tajam dan nilai tukar rupiah tertekan, formula itu otomatis menunjukkan perlunya penyesuaian harga.

Yang terjadi selama tiga bulan terakhir justru anomali: pemerintah sengaja menahan harga di bawah nilai keekonomian demi menjaga daya beli masyarakat. Kenaikan hari ini sebenarnya adalah normalisasi, bukan kenaikan mendadak tanpa alasan.

5. Nilai Tukar Rupiah dan Ketidakpastian Pasar Global

Di luar konflik geopolitik, ada faktor lain yang memperburuk situasi: fluktuasi nilai tukar rupiah. Indonesia mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari, dan transaksi itu menggunakan dolar AS. Ketika rupiah melemah, biaya impor otomatis membengkak meski harga minyak di pasar dunia tidak berubah.

IMF memperkirakan setiap kenaikan 10 persen harga minyak mentah global bisa mendorong inflasi sebesar 0,4 poin. Dengan harga minyak yang naik lebih dari 55 persen sejak akhir Februari 2026, tekanan inflasi global menjadi sangat nyata — dan Indonesia sebagai negara net importir minyak merasakan imbasnya langsung.

Apa yang Tidak Naik?

Penting untuk dicatat: BBM subsidi tidak ikut naik. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, dan Biosolar Subsidi tetap Rp6.800 per liter. Pemerintah melalui Kementerian ESDM sudah menyatakan harga BBM bersubsidi tidak akan dinaikkan hingga akhir 2026.

Selain itu, Pertamax Turbo (Rp20.750/liter), Dexlite (Rp23.000/liter), dan Pertamina Dex (Rp24.800/liter) juga tidak berubah dalam penyesuaian kali ini.

Dampak ke Masyarakat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi relatif terbatas, karena produk ini dikonsumsi terutama oleh pemilik kendaraan kelas menengah ke atas.

Namun tetap saja, kenaikan BBM nonsubsidi bisa memengaruhi biaya operasional pelaku usaha, ongkos logistik, dan pada akhirnya harga barang di pasaran. Pemerintah dan DPR disebut sedang mendiskusikan paket stimulus ekonomi untuk merespons situasi ini.

Kenaikan harga Pertamax hari ini bukan keputusan yang diambil sembarangan. Ada tekanan dari luar — konflik geopolitik yang mengguncang pasokan minyak dunia — dan tekanan dari dalam — beban fiskal yang sudah terlalu berat ditanggung pemerintah selama berbulan-bulan.

Yang bisa kita harapkan sekarang: konflik di Timur Tengah mereda, harga minyak dunia turun kembali, dan ada penyesuaian ulang ke bawah jika kondisi memungkinkan. Pertamina sendiri menegaskan ketersediaan stok aman dan pasokan terjamin di seluruh SPBU.

Untuk update penyebab kenaikan harga Pertamax, pantau terus melalui aplikasi MyPertamina atau kanal resmi Pertamina Patra Niaga.

  • Penulis: donny rosady
  • Editor: creative dibahas.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kelelahan mental

    Sering Capek Padahal Tak Banyak Aktivitas? Bisa Jadi Ini Tanda Kelelahan Mental.

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Irawan
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Banyak orang menganggap rasa capek selalu berkaitan dengan aktivitas fisik yang padat. Namun, bagaimana jika rasa lelah tetap datang meski Anda tidak melakukan banyak hal seharian? Anda mungkin bangun tidur dalam keadaan mengantuk, sulit fokus, serta merasa emosi lebih sensitif. Masyarakat kerap menganggap kondisi ini wajar, padahal hal tersebut merupakan tanda nyata kelelahan mental. Ketahui […]

  • Model Baru Mobil Denza Play Button

    3 Model Baru Mobil Denza yang diprediksi Siap Meluncur di Indonesia Tahun 2026

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Jakarta – Denza tampaknya tidak ingin berhenti pada lini MPV saja. Saat ini, raksasa otomotif hasil kolaborasi BYD dan Mercedes-Benz tersebut tengah menyiapkan rencana besar untuk mengguncang pasar Indonesia. Selain itu, mereka juga berniat memboyong deretan model baru mobil denza bertenaga buas sepanjang tahun 2026, mulai dari SUV pelahap medan berat hingga sedan sport masa […]

  • Masak Sendiri vs Beli Lauk Matang

    Antara Praktis dan Boros: Mengupas Rahasia Finansial di Balik Kebiasaan Beli Lauk Matang

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Merasa gaji bulanan habis tanpa jejak padahal tidak belanja barang mewah? Hati-hati, mungkin Anda sedang mengalami kebocoran finansial halus. Bukan karena cicilan besar, melainkan dari kebiasaan makan harian yang kurang tertata. Mari kita bedah perbandingannya: Masak Sendiri vs Beli Lauk Matang. Mana yang sebenarnya lebih ramah bagi dompet Anda? Banyak dari kita terjebak dalam apa […]

  • desain interior

    Sambut Lebaran dengan Wajah Baru: Panduan Menata Rumah Bersama Desainer Interior

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Utomo
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Lebaran selalu membawa semangat tersendiri bagi kita untuk berbenah. Kita ingin merapikan desain interior rumah, mengganti suasana ruang tamu, hingga memastikan setiap sudut hunian terasa nyaman saat kerabat berkunjung nanti. Namun, mendekorasi ulang rumah di tengah kesibukan sehari-hari sering kali menguras tenaga. Belum lagi risiko salah pilih furnitur atau layout yang membuat ruangan terasa sempit. […]

  • BLACKPINK Museum Nasional Korea

    BLACKPINK Cetak Sejarah di Museum Nasional Korea: Kolaborasi Global dan Detail Album ‘DEADLINE’

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Industri hiburan global kembali menyaksikan momen bersejarah. Grup vokal wanita terbesar di dunia, BLACKPINK, mengumumkan kemitraan strategis dengan Museum Nasional Korea. Mereka merancang kolaborasi ini untuk merayakan perilisan mini album ketiga mereka, DEADLINE, pada 27 Februari 2026. Melalui inisiatif ini, BLACKPINK mengukir sejarah sebagai artis K-Pop pertama yang menggandeng institusi museum paling representatif di Korea Selatan untuk menjembatani […]

  • perbedaan kopi robusta dan arabika

    Jangan Salah Pesan! Ini 5 Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika yang Wajib Diketahui Pemula

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Pernah mendadak bingung waktu barista tanya, “Mau Arabika atau Robusta, Kak?” dan satu-satunya jawaban yang keluar adalah senyum canggung plus, “Yang biasa aja deh”? Wajar. Bagi kebanyakan orang, kopi ya kopi. Tapi ternyata pilihan biji kopi menentukan apakah hari Anda dimulai dengan rasa yang Anda suka atau dengan perut yang protes sampai siang. Ini perbedaan […]

expand_less