Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Korelasi Penurunan Daya Beli Kelas Menengah Terhadap Resesi Retail: Belajar dari Fenomena Downsizing Mixue

Korelasi Penurunan Daya Beli Kelas Menengah Terhadap Resesi Retail: Belajar dari Fenomena Downsizing Mixue

  • account_circle donny rosady
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Siapa yang tidak mengenal kedai es krim dengan logo boneka salju merah ini? Beberapa tahun lalu, Mixue mendominasi pasar Indonesia hingga muncul candaan “beri aku ruko kosong, maka akan kujadikan outlet Mixue.” Namun, situasi kini berbalik 180 derajat. Banyak gerai yang dulunya memiliki antrean mengular, sekarang justru sepi atau tutup permanen. Apa penyebab sebenarnya Mixue menjadi sepi?

Perjalanan Zhang Hongchao Membangun Istana Salju

Zhang Hongchao mendirikan Mixue Bingcheng pada tahun 1997 di China dengan modal yang sangat terbatas. Meski sempat mengalami kegagalan di awal, Zhang tidak menyerah. Ia merancang ulang brand ini dengan nama “Mixue” yang berarti istana es dari salju yang manis.

Strategi Zhang sangat sederhana namun mematikan bagi kompetitor: menawarkan produk enak dengan harga sangat murah melalui ekspansi yang agresif. Hasilnya, Mixue berhasil menjadi perusahaan F&B terbesar kelima di dunia, bersaing ketat dengan raksasa seperti McDonald’s dan Starbucks.

Momentum Emas di Tengah Pandemi

Mixue memasuki pasar Indonesia pada tahun 2020, saat pandemi Covid-19 melumpuhkan banyak sektor bisnis. Di saat pengusaha lain merasa ragu untuk berekspansi, Mixue justru melihat peluang besar. Mereka memanfaatkan banyaknya ruko kosong dengan harga sewa yang jauh lebih murah.

Kehadiran Mixue saat itu langsung memicu tren Fear of Missing Out (FOMO). Masyarakat menyukai harga es krimnya yang hanya Rp8.000 dan lokasi gerainya yang menjangkau hingga ke pinggir jalan pemukiman, bukan hanya di mall mewah.

5 Alasan Utama Mengapa Mixue Mulai Kehilangan Pesona

Meskipun sempat tumbuh pesat hingga mencapai ribuan gerai, beberapa faktor berikut menyebabkan penurunan performa Mixue di tahun 2024:

  • Kanibalisme Pasar: Mixue tidak memiliki aturan ketat terkait radius jarak antar gerai. Hal ini menyebabkan beberapa outlet beroperasi dalam jarak yang terlalu dekat, sehingga mereka harus memperebutkan basis konsumen yang sama.

  • Investasi Berbasis Tren: Banyak mitra bergabung hanya karena melihat tren viral, tanpa melakukan analisis bisnis jangka panjang yang matang.

  • Turunnya Daya Beli: Data BPS mencatat adanya penurunan jumlah kelas menengah di Indonesia. Kelompok konsumen ini merupakan target utama Mixue, sehingga penurunan daya beli mereka berdampak langsung pada omset gerai.

  • Kompetisi Produk Serupa: Munculnya brand pesaing seperti Momoyo, Aicha, dan Wedrink memberikan opsi baru bagi konsumen. Karena produk es krim ini sangat mudah ditiru, konsumen dengan cepat beralih ke brand lain yang menawarkan variasi rasa berbeda.

  • Kurangnya Inovasi: Konsumen mulai merasa bosan karena Mixue terlalu lama bertahan dengan formula yang sama tanpa ada kolaborasi atau peluncuran produk baru yang signifikan.

Pelajaran Bisnis untuk Masa Depan

Kisah Penyebab Mixue Sepi mengajarkan kita bahwa popularitas yang hanya berlandaskan viralitas media sosial seringkali bersifat rapuh. Bisnis yang berkelanjutan membutuhkan loyalitas pelanggan dan kontrol kualitas yang ketat, bukan sekadar ekspansi tanpa batas.

Bagi calon investor, fenomena ini menjadi pengingat penting untuk selalu melakukan riset mendalam sebelum menyetorkan modal ratusan juta rupiah ke dalam sebuah bisnis yang sedang tren.

  • Penulis: donny rosady
  • Editor: creative dibahas.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berawal dari Kesal, Keluar Ide Mesin Pintar photo_camera 2

    Berawal dari Kesal, Keluar Ide Mesin Pintar

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle dedoy
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Jakarta – John Shepherd Barron adalah pencetus mesin Automated Teller Machine (ATM)/Anjungan Tunai Mandiri pertama di dunia. Siapa sangka ide tersebut berawal dari kekesalan Barron ketika datang terlambat ke bank dan tidak bisa menarik uang, kemudian Barron terinspirasi dengan mesin penjual coklat otomatis dan membayangkan ada mesin yang bisa mengeluarka Pos n uang kapan saja […]

  • Mendoan Purwokerto

    Menikmati Mendoan Purwokerto: Takjil Favorit Untuk Buka Puasa

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Masyarakat Indonesia umumnya memilih gorengan sebagai menu utama berbuka puasa. Namun, bagi penduduk di wilayah Banyumas, mendoan Purwokerto menempati kasta tertinggi dalam daftar takjil pilihan untuk buka puasa. Tempe tipis yang berselimut tepung gurih ini menawarkan tekstur lembut yang memanjakan lidah saat perut masih kosong setelah seharian berpuasa. Melalui artikel ini, kita akan mengupas tuntas […]

  • Sejarah Penemuan Uranium

    Sejarah Penemuan Uranium dan Transformasinya Menjadi Kekuatan Dunia

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Uranium memegang peran krusial dalam sejarah energi nuklir dan teknologi persenjataan modern. Sebelum ilmuwan memanfaatkannya sebagai sumber listrik, elemen ini merupakan mineral tersembunyi yang belum terjamah manusia. Artikel ini mengulas sejarah penemuan uranium secara mendalam, menelusuri evolusinya dari sekadar eksperimen kimia hingga menjadi instrumen perubahan sejarah dunia. Awal Mula: Penemuan Martin Heinrich Klaproth Sejarah penemuan […]

  • Bekasi dikepung banjir

    Bekasi dikepung Banjir, Waspadai Titik Genangan di wilayah langganan Banjir

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Erni Wijaya
    • visibility 120
    • 0Komentar

    BEKASI – Hujan deras mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi secara terus-menerus selama tiga hari terakhir. Cuaca ekstrem ini bermula sejak 16 Januari 2026 dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda yang mengakibatkan beberapa wilayah di kota dan kabupaten Bekasi dikepung banjir. Akibatnya, debit air sungai utama meningkat tajam dan mulai merendam ribuan rumah warga di berbagai […]

  • Bisnis Kue Kering

    Laporan Khusus: Harum Adonan dari Ciracas, Kisah Anita Menyulap Hobi Menjadi ‘Cuan’ Lewat Brand “Jajan di Nita”

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 61
    • 0Komentar

    JAKARTA TIMUR – Aroma mentega dan vanila yang menyerbak langsung menyambut saya begitu melangkah masuk ke sebuah gang di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Di sebuah rumah sederhana namun tertata rapi, kesibukan luar biasa sedang berlangsung di bawah bendera usaha yang kini mulai dikenal luas: Jajan di Nita. Bisnis Kue Kering rumahan yang berawal dari hobi. […]

  • Dampak Perang AS-Israel vs Iran

    Dampak Perang AS-Israel vs Iran terhadap Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Eskalasi militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran pada awal Maret 2026 telah mengejutkan pasar global. Oleh karena itu, Indonesia perlu waspada karena konflik ini bukan sekadar berita luar negeri. Sebaliknya, dampak Perang AS-Israel vs Iran akan terasa nyata bagi stabilitas ekonomi domestik kita. Indonesia saat ini merupakan net importir minyak. Selain itu, kita […]

expand_less