Dampak Kenaikan Harga BBM Pertamax dan Strategi Baru BI Menjaga Stabilitas Ekonomi
- account_circle donny rosady
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pertamina baru saja menaikkan harga Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter — lonjakan hampir Rp 4.000 dalam semalam. Berlaku sejak 10 Juni 2026, Dampak Kenaikan Harga BBM ini langsung bikin ramai SPBU karena antrean di lajur Pertalite langsung mengular.
Di hari yang nyaris bersamaan, Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Dua kabar sekaligus, dua tekanan sekaligus.
BI Naikan Suku Bunga, Ini Alasannya
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan keputusan ini bukan reaksi berlebihan. Rupiah sempat tertekan cukup dalam, dan BI memilih bertindak sebelum tekanannya makin berat.
Ada tiga tujuan utama yang disebut Perry:
Pertama, menstabilkan nilai tukar. Rupiah perlu bergerak menguat menghadapi ketidakpastian global yang belum mereda. Kedua, menjaga inflasi tetap di kisaran target pemerintah, yaitu 2,5% plus minus 1%. Ketiga, menarik kembali investor asing — baik ke Surat Berharga Negara (SBN) maupun pasar saham.
Selain menaikkan BI Rate, BI juga menyiapkan dua kebijakan pendukung: diskon 10% untuk swap lindung nilai bagi investor asing, dan reaktivasi lelang repurchase agreement dengan tenor sampai 12 bulan.
Soal cadangan devisa? Perry memastikan masih jauh di atas standar kecukupan internasional. Tidak ada alasan panik.
KPR Subsidi Tetap 5 Persen, Ini Rinciannya
Kenaikan suku bunga acuan memang memberi tekanan ke sektor properti. Tapi pemerintah memastikan itu tidak berlaku untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menegaskan skema KPR subsidi tidak berubah sedikit pun.
Rinciannya:
Bunga KPR subsidi tetap 5%, dengan uang muka hanya 1%. BPHTB gratis — bea perolehan hak atas tanah dan bangunan yang selama ini jadi beban di awal tidak lagi dipungut untuk MBR. PBG gratis — perizinan bangunan yang dulu dikenal sebagai IMB juga tidak dikenakan biaya.
Ketiga insentif ini memangkas biaya awal yang selama ini jadi tembok penghalang bagi banyak keluarga yang ingin punya rumah pertama.
Dampak Kenaikan Harga BBM Pertamax yang naik hampir Rp 4.000, BI Rate naik 25 bps — dua tekanan datang bersamaan. Tapi pemerintah membangun pagar di sisi yang paling krusial: perumahan rakyat kecil tidak ikut terguncang. Apakah cukup? Itu tergantung seberapa lama tekanan globalnya bertahan.
- Penulis: donny rosady
- Editor: creative dibahas.com

Saat ini belum ada komentar