Inovasi Bensin Kelapa Sawit ITS Surabaya yang Siap Diuji Nasional
- account_circle donny rosady
- calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Source: its.ac.id
Pemerintah Indonesia saat ini terus melakukan langkah nyata guna memperkuat ketahanan energi nasional secara mandiri. Sejalan dengan upaya tersebut, tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menciptakan inovasi bernama Benwit (Bensin Sawit). Bahan bakar alternatif ini memanfaatkan minyak sawit mentah sebagai bahan baku utamanya. Selain menawarkan solusi yang inovatif, produk ini juga menghasilkan emisi rendah. Oleh karena itu, Benwit menjadi pilihan yang jauh lebih ramah lingkungan jika kita bandingkan dengan bahan bakar fosil konvensional.
Teknologi Catalytic Cracking yang Efisien
Hosta Ardiananta, selaku ketua tim peneliti dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi, menjelaskan bahwa mereka menggunakan metode catalytic cracking. Cara kerja metode ini adalah memecah molekul besar pada minyak sawit menjadi hidrokarbon rantai pendek yang setara dengan bensin siap pakai.
Tim melakukan beberapa improvisasi teknis untuk mencapai hasil maksimal, antara lain:
-
Inovasi Katalis: Peneliti memanfaatkan katalis bimetalik berbasis nikel oksida dan tembaga oksida.
-
Optimalisasi Suhu: Proses produksi kini hanya membutuhkan suhu 380 derajat Celcius, jauh lebih rendah daripada percobaan awal.
-
Hasil Tinggi: Berkat teknologi ini, tim berhasil mencapai rendemen biogasolin hingga angka 83%.
Prinsip Produksi Tanpa Limbah (Zero Waste)
Selain efisien secara energi, Benwit juga menawarkan proses produksi yang sangat bersih. Setiap 10 kg sawit mampu menghasilkan sekitar 5 liter bensin berkualitas. Menariknya lagi, tim peneliti menerapkan prinsip zero waste dalam seluruh rangkaian proses.
Sisa produk sebesar 45% tidak akan terbuang ke lingkungan. Sebaliknya, peneliti memanfaatkan sisa tersebut sebagai bahan bakar kompor pemanas. Dalam satu kali siklus produksi, alat ini secara konsisten menghasilkan 50% hingga 55% bensin sawit murni.
Menuju Skala Industri dan Proyek Nasional
Meskipun pengujian saat ini masih dalam skala laboratorium, tim belum menemukan kendala berarti pada mesin kendaraan. Namun, mereka tetap berkomitmen untuk melakukan penelitian lebih mendalam guna memantau efek jangka panjangnya.
Saat ini, pihak ITS tengah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kerja sama strategis ini memiliki tujuan utama untuk mendorong Benwit agar segera masuk ke tahap uji coba proyek nasional. Selanjutnya, jika inovasi ini sukses menembus skala industri, bensin sawit tersebut tentu akan meningkatkan nilai tambah komoditas sawit lokal. Selain itu, kehadiran Bensin Sawit ITS secara otomatis bakal memangkas ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM di masa depan.
- Penulis: donny rosady
- Editor: creative dibahas.com

Saat ini belum ada komentar