Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Fenomena 45 Ribu Sarjana Putus Asa Cari Kerja: Gelar Tinggi, Tapi Kok Susah Dapat Kerja?

Fenomena 45 Ribu Sarjana Putus Asa Cari Kerja: Gelar Tinggi, Tapi Kok Susah Dapat Kerja?

  • account_circle donny rosady
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Isu struktural Sarjana Putus Asa Cari Kerja di awal tahun kembali menjadi pusat perhatian publik. Hasil riset terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia mengungkap realitas pahit di balik statistik ketenagakerjaan: melonjaknya jumlah “penduduk putus asa” (discouraged workers).

Kondisi ini memicu diskusi mendalam mengenai relevansi pendidikan tinggi dengan ketersediaan lapangan kerja di tanah air.

Lonjakan Angka “Penduduk Putus Asa”

Dalam sebuah sesi wawancara, ekonom sekaligus peneliti LPEM FEB UI, Jahen Rezki, membedah data yang menunjukkan tren kenaikan penduduk putus asa dari 1,68 juta menjadi 1,87 juta orang dalam setahun terakhir.

Kelompok ini mencakup individu yang telah berupaya keras mencari kerja, namun akhirnya berhenti karena merasa peluang bagi mereka sudah tertutup. Berdasarkan tingkat pendidikan, data tersebut mencatat angka yang memprihatinkan:

  • 45.000 lulusan Sarjana (S1) masuk kategori putus asa.

  • 6.000 lulusan Pascasarjana (S2/S3) mengalami nasib serupa.

“Secara teoritis, pendidikan tinggi seharusnya menjamin kemudahan seseorang mendapatkan pekerjaan. Namun faktanya, sektor ekonomi saat ini masih didominasi sektor tradisional yang belum membutuhkan kualifikasi keahlian tinggi,” ujar Jahen.

Akar Masalah: Skill Mismatch dan Jebakan Sektor Informal

Jahen menekankan bahwa akar permasalahan terletak pada ketidaksesuaian keahlian (skill mismatch). Dunia pendidikan masih menerapkan kurikulum yang belum sejalan dengan kebutuhan dinamis dunia industri.

Selain itu, transisi lulusan sarjana ke pekerjaan informal—seperti pengemudi transportasi daring—menjadi “jebakan produktivitas” jangka panjang. Meskipun memberikan penghasilan instan, sektor informal tidak menawarkan perlindungan sosial dan nilai tambah optimal bagi pertumbuhan ekonomi makro.

“Pemerintah harus mengalihkan fokus dari sekadar angka kuantitas pengangguran menuju penciptaan lapangan kerja berkualitas,” tegasnya.

Daya Serap Investasi yang Menurun

Diskusi ini juga menyoroti penurunan drastis kemampuan investasi dalam menyerap tenaga kerja. Jika satu dekade lalu investasi senilai Rp1 triliun mampu menyerap hingga 2.500 tenaga kerja, kini angka tersebut merosot ke kisaran 1.200 orang.

Hambatan non-ekonomi, seperti praktik pungutan liar (bribery incidence) yang mencapai 30% pada perusahaan besar, turut menghambat ekspansi dunia usaha. Hal inilah yang menyebabkan minimnya pembukaan lowongan kerja baru yang berkualitas.

Langkah Strategis Menuju Solusi

Untuk memutus rantai keputusasaan para lulusan terdidik, LPEM UI menawarkan beberapa catatan kritis bagi pemerintah dan institusi pendidikan:

  • Integrasi Kurikulum dan Industri: Melibatkan sektor swasta dan manufaktur global dalam menyusun kurikulum agar tercipta keselarasan keahlian.

  • Menciptakan Ekosistem Bisnis yang Sehat: Menjamin kepastian hukum (rule of law) agar pelaku usaha berani melakukan ekspansi besar-besaran.

  • Investasi pada Modal Manusia: Memperkuat program upskilling dan reskilling yang relevan dengan perkembangan teknologi masa kini.

  • Fasilitasi Mobilitas Global: Membuka akses bagi tenaga kerja muda terampil untuk berkompetisi di pasar kerja internasional.

“Tugas pemerintah adalah menjadi regulator yang menciptakan ekosistem kondusif. Jika dunia usaha berkembang tanpa gangguan regulasi yang tidak perlu, kapasitas penyerapan tenaga kerja pasti akan meningkat kembali,” tutup Jahen.

Sobat dibahas, bagaimana pendapat Anda mengenai fenomena Sarjana Putus Asa Cari Kerja ini? Apakah kurikulum pendidikan saat ini sudah menjawab kebutuhan dunia kerja? Sampaikan opini Anda di kolom komentar.

  • Penulis: donny rosady
  • Editor: creative dibahas.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah Band Creed Alter Bridge

    Kisah Perjalanan Creed & Alter Bridge: Dari Perpecahan Menuju Kejayaan Rock Dunia

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Dunia musik rock menyimpan sejarah panjang yang penuh drama. Oleh sebab itu, nama besar Creed dan Alter Bridge selalu menarik untuk diulas. Perjalanan mereka memang penuh kesuksesan, perpecahan, hingga transformasi musikal yang luar biasa. Fenomena ini menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan Creed dan Alter Bridge. Awal Mula Kejayaan Creed Band Creed lahir tahun 1994 […]

  • Dampak Perang AS-Israel vs Iran

    Dampak Perang AS-Israel vs Iran terhadap Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Eskalasi militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran pada awal Maret 2026 telah mengejutkan pasar global. Oleh karena itu, Indonesia perlu waspada karena konflik ini bukan sekadar berita luar negeri. Sebaliknya, dampak Perang AS-Israel vs Iran akan terasa nyata bagi stabilitas ekonomi domestik kita. Indonesia saat ini merupakan net importir minyak. Selain itu, kita […]

  • Rokid AI Glasses

    Mengenal Rokid AI Glasses: Kacamata Pintar dengan Live Translate dan Kamera Sony 12MP

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Dunia teknologi kacamata pintar (smart glasses) kini semakin kompetitif. Jika selama ini kita hanya mengenal Meta AI Glasses milik Mark Zuckerberg, kini hadir penantang baru yang tak kalah canggih: Rokid AI Glasses. Perangkat ini berhasil menyatukan layar dan kamera dalam satu bingkai yang futuristik serta fungsional. Desain Modern yang Ringan dan Nyaman Rokid AI Glasses […]

  • Model Baru Mobil Denza Play Button

    3 Model Baru Mobil Denza yang diprediksi Siap Meluncur di Indonesia Tahun 2026

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Jakarta – Denza tampaknya tidak ingin berhenti pada lini MPV saja. Saat ini, raksasa otomotif hasil kolaborasi BYD dan Mercedes-Benz tersebut tengah menyiapkan rencana besar untuk mengguncang pasar Indonesia. Selain itu, mereka juga berniat memboyong deretan model baru mobil denza bertenaga buas sepanjang tahun 2026, mulai dari SUV pelahap medan berat hingga sedan sport masa […]

  • manfaat ubi jalar

    Mengulas Potensi Ubi Jalar: Nutrisi, Manfaat, dan Panduan Mengolahnya

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Ubi jalar kini meraih popularitas tinggi sebagai superfood pilihan para ahli kesehatan. Bukan hanya karena rasa manis alaminya yang khas, ubi jalar juga menyediakan asupan nutrisi lengkap untuk menjaga kebugaran tubuh. Hasilnya, banyak orang mulai mengandalkan manfaat ubi jalar sebagai sumber karbohidrat sehat dalam menu harian mereka. Mengenal Keberagaman Jenis Ubi Jalar Meskipun secara umum […]

  • Gripen F-39 NG Brasil

    Era Baru Dirgantara Brasil: Resmikan Jet Tempur F-39 Gripen Rakitan Lokal

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Brasil baru saja mengukir sejarah besar dalam industri penerbangan militer dunia. Bahkan, Presiden Luiz Inácio Lula da Silva secara langsung memperkenalkan unit perdana jet tempur supersonik Gripen F-39 NG Brasil hasil rakitan dalam negeri. Oleh karena itu, acara yang berlangsung di fasilitas Gavião Peixoto ini menjadi bukti nyata bahwa Brasil kini memiliki kemandirian teknologi pertahanan […]

expand_less