Teknologi Pembenihan Ikan Nila Intensif di Sukabumi: Hemat Lahan & Hasil Jutaan Ekor
- account_circle donny rosady
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Budidaya ikan nila kini memasuki babak baru. Deni Rusmawan, seorang pembudidaya inovatif dari Jalan Cibaraja, Salajambe, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, sukses menerapkan sistem pembenihan intensif yang jauh lebih efisien daripada metode tradisional. Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan lahan bagi para peternak ikan.
Pembenihan Ikan Nila Intensif Menggabungkan Ecolecting dan Inkubator RAS
Sistem ini mengandalkan integrasi teknologi Ecolecting dan Inkubator RAS (Recirculating Aquaculture System). Berbeda dengan cara lama yang membiarkan telur menetas secara alami, Deni menggunakan inkubator modern.
Teknologi RAS menjaga sirkulasi air secara terus-menerus. Dengan cara ini, kualitas air, suhu, dan kadar oksigen tetap berada pada level optimal. Hasilnya, telur dan larva ikan tumbuh lebih sehat karena terhindar dari risiko kematian dini.
Efisiensi Lahan yang Luar Biasa
Salah satu keunggulan utama sistem intensif ini adalah efisiensi tempat. Mari kita bandingkan dengan metode konvensional:
-
Sistem Tradisional: Membutuhkan lahan minimal 500 hingga 700 m2 untuk satu paket pemijahan (100 jantan dan 300 betina).
-
Sistem Intensif Deni Rusmawan: Hanya memerlukan area seluas 35 m2 (ukuran 7 x 5 meter) dengan menggunakan waring atau hapa.
Lahan yang jauh lebih sempit ini justru mampu meningkatkan angka kelangsungan hidup larva. Sistem inkubator mampu mengendalikan faktor pengganggu seperti cuaca ekstrem, fluktuasi suhu, hingga ancaman predator dan induk jantan yang sering memakan telurnya sendiri.
Menggunakan Indukan Unggul “Nila Sakti”
Deni tidak hanya mengandalkan alat, tetapi juga pemilihan genetik yang tepat. Ia memilih Indukan Nila Sakti sebagai bibit utama. Varietas ini memiliki daya tahan tinggi dan kecepatan tumbuh yang luar biasa, sehingga pasar sangat meminati benih hasil produksinya.
Memasok Benih hingga ke Seluruh Indonesia
Keberhasilan teknologi ini terlihat dari angka pesanan yang masuk sepanjang tahun 2025. Deni Rusmawan mengelola pesanan hingga jutaan ekor benih untuk berbagai keperluan.
Salah satu pencapaian besarnya adalah menyuplai benih untuk Program Revitalisasi Pantura milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selain itu, ia melakukan pengiriman rutin ke berbagai pulau besar seperti:
-
Sumatera
-
Kalimantan
-
Sulawesi
-
Papua
Teknologi Pembenihan Ikan Nila Intensif ini terbukti mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus melonjak. Inovasi dari Sukabumi ini menjadi solusi cerdas, efisien, dan berkelanjutan bagi masa depan sektor perikanan budidaya di Indonesia.
- Penulis: donny rosady
- Editor: creative dibahas.com

Saat ini belum ada komentar