Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Rahasia Bisnis Como 1907: Bangkrut, Bangkit, dan Ambisi Menjadi ‘Disney’ Sepak Bola

Rahasia Bisnis Como 1907: Bangkrut, Bangkit, dan Ambisi Menjadi ‘Disney’ Sepak Bola

  • account_circle Utomo
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Klub sepak bola asal Italia, Como 1907, tengah menjadi perbincangan hangat di dunia olahraga. Klub yang sempat mengalami kebangkrutan beberapa kali dalam 20 tahun terakhir ini kini berhasil merangkak naik dari divisi bawah hingga mencapai kasta tertinggi sepak bola Italia (Serie A), dan bahkan bersiap untuk kompetisi Eropa seperti Liga Champions. Di balik kesuksesan di atas lapangan hijau, terdapat strategi bisnis dan visi manajerial yang sangat unik dan berbeda dari klub sepak bola pada umumnya.

Lebih dari Sekadar Klub Sepak Bola
Menurut perwakilan manajemen Como, ketika tim masih berada di Serie B (divisi kedua), mereka menyadari bahwa pendapatan dari hak siar televisi sangatlah kecil, yakni hanya sekitar 5 juta Euro
. Sementara itu, biaya rata-rata yang dikeluarkan tim mencapai 11 hingga 15 juta Euro. Kapasitas stadion mereka saat itu juga sangat kecil, hanya menampung sekitar 5.000 penonton.

Menyadari keterbatasan tersebut, manajemen memutuskan untuk melakukan pivot. Mereka tidak lagi memposisikan Como semata-mata sebagai klub sepak bola, melainkan sebagai sebuah destinasi pariwisata olahraga (sports tourism destination). Mereka memanfaatkan daya tarik Danau Como yang sudah terkenal di dunia, yang jumlah wisatawannya melonjak dari 1,9 juta menjadi 5,6 juta orang per tahun. Konten media sosial mereka difokuskan untuk menceritakan kisah-kisah humanis warga lokal dan keindahan kota Como, alih-alih hanya berfokus pada pemain sepak bola.

Merchandising dan Berekspansi Menjadi Merek Lifestyle
Strategi komersial Como sangat agresif dan inovatif
. Manajemen memiliki target ambisius agar pendapatan non-sepak bola dapat melampaui pendapatan dari sepak bola dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Pada tahun lalu, pendapatan dari merchandise hanya berkisar di angka 2,7 juta Euro, namun mereka menargetkan angka tersebut melonjak hingga 15 juta, lalu 30 juta, dan 70 juta Euro di tahun-tahun berikutnya.

Menariknya, hanya 38% dari total penjualan merchandise mereka yang berupa jersey sepak bola. Sisanya adalah produk gaya hidup (lifestyle) seperti pakaian hiking, sailing, dan koleksi gaya hidup premium. Mereka bahkan bekerja sama dengan desainer ternama, Rhuigi Villaseñor (pendiri merek Rhude), untuk merancang pakaian premium yang habis terjual dalam hitungan hari. Kini, Como juga membangun model bisnis B2B (Business-to-Business) di mana mereka menawarkan jasa pengelolaan e-commerce dan merchandise gaya hidup untuk belasan klub sepak bola lain, baik di Italia maupun di luar negeri.

Pendekatan Data dan Keputusan Kolektif di Lapangan
Di sektor olahraga, Como mengadopsi pendekatan berbasis data yang sangat kuat, terinspirasi dari model analitik Billy Beane
. Setiap keputusan transfer pemain tidak diputuskan oleh satu orang, melainkan oleh sebuah komite atau “senat”.

Data menjadi filter pertama. Setelah pemain lolos uji data statistik dan analisis perilaku, barulah mereka dievaluasi secara finansial dan kecocokan taktik. Meski begitu, data tidak digunakan secara buta. Sosok berpengalaman seperti Cesc Fàbregas diberikan ruang untuk memberikan intuisi sepak bolanya jika ia melihat potensi besar pada seorang pemain yang mungkin tidak sepenuhnya tercermin dalam data.

Stadion Butik yang Berpusat pada Komunitas
Dengan promosi ke kasta tertinggi dan kompetisi Eropa, Como dihadapkan pada tantangan infrastruktur
. Mereka harus merenovasi Stadio Giuseppe Sinigaglia yang dibangun pada tahun 1927. Menariknya, mereka tidak berambisi membangun stadion raksasa berkapasitas puluhan ribu kursi yang modern dan menghilangkan esensi klasik Italia.

Untuk kota berpopulasi 85.000 jiwa, stadion berkapasitas 15.000 penonton dinilai sudah sangat memuaskan. Como ingin menciptakan pengalaman stadion “butik”. Ruang hospitality mereka diisi dengan perabotan antik dari abad ke-17 dan ke-18. Selain itu, mereka menyajikan makanan khas dari daerah asal tim lawan untuk memberikan pengalaman budaya yang kaya. Stadion ini juga dirancang untuk menguntungkan komunitas lokal, seperti menyediakan fasilitas kesehatan masyarakat dan ruang komersial dengan sewa murah bagi pelaku usaha kecil dari Como.

Visi Menjadi “Disney” di Dunia Sepak Bola
Secara keseluruhan, manajemen Como memandang klub ini selayaknya sebuah startup
. Saat ditanya mengenai target masa depan, mereka tidak membandingkan diri dengan klub raksasa seperti Real Madrid, melainkan ingin menjadi seperti Disney—sebuah entitas hiburan bernilai miliaran dolar yang memiliki ekosistem luar biasa. Dengan menggabungkan sepak bola, fesyen, teknologi tiket berbasis blockchain, dan pariwisata, Como 1907 sedang merintis jalan baru yang berpotensi mengubah cara klub sepak bola dikelola di masa depan.

  • Penulis: Utomo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjadi pribadi yang lebih baik setelah Idul Fitri

    Selangkah Menuju Idul Fitri: Transformasi Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik Setelah Melalui Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sebagian besar masyarakat memaknai momen Idul Fitri sebagai simbol kemenangan spiritual setelah mereka menempuh perjalanan panjang selama satu bulan penuh. Selain itu, ungkapan ‘Kembali Fitri’ mencerminkan harapan kolektif agar kita semua kembali pada kesucian serta keluhuran budi pekerti. Namun demikian, kita perlu menyadari bahwa esensi sejati dari perayaan ini sebenarnya terletak pada titik awal transformasi […]

  • Hama rayap pada rumah

    Waspada Bahaya Hama Rayap pada Rumah Anda

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Rayap sering menjadi musuh tersembunyi bagi setiap pemilik properti. Oleh karena itu, Hama rayap pada rumah ini bekerja tanpa suara untuk menghancurkan struktur kayu bangunan. Sayangnya, pemilik rumah biasanya baru menyadari serangan ini saat kerusakan sudah sangat parah. Jika Anda membiarkan tanda awal kemunculannya, biaya perbaikan rumah pasti akan melonjak drastis. Maka dari itu, Anda […]

  • Pelaksanaan Haji Tahun 2025 Dinilai Berjalan Lancar oleh Pemerintah Arab Saudi: Ketahui Tips Agar Menjadi Haji yang Mabrur

    Pelaksanaan Haji Tahun 2025 Dinilai Berjalan Lancar oleh Pemerintah Arab Saudi: Ketahui Tips Agar Menjadi Haji yang Mabrur

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Utomo
    • visibility 779
    • 0Komentar

    Pelaksanaan ibadah haji selalu menjadi perhatian dunia, khususnya bagi umat Islam yang menganggapnya sebagai rukun Islam kelima. Pada tahun 2025, Pemerintah Arab Saudi kembali membuktikan kemampuannya dengan menyelenggarakan ibadah haji yang berjalan lancar dan tertib. Tak hanya itu, jutaan jamaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, merasakan manfaat langsung dari berbagai peningkatan fasilitas dan layanan. Namun […]

  • Lahir Tanpa Lengan, Balerina Muda Ini Inspirasi Ratusan Ribu Pengikutnya

    Lahir Tanpa Lengan, Balerina Muda Ini Inspirasi Ratusan Ribu Pengikutnya

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Erni Wijaya
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Vitória Bueno tidak pernah punya lengan. Sejak lahir di Santa Rita do Sapucaí, kota kecil di Brazil, ia hidup dengan kondisi genetik langka yang membuat kedua tangannya tidak terbentuk. Tapi itu tidak menghentikannya jadi penari balet — dan sekarang lebih dari 150 ribu orang mengikuti akun Instagramnya untuk melihat bagaimana ia melakukannya. Kalau dipikir-pikir, balet […]

  • Pembenihan Ikan Nila Intensif

    Teknologi Pembenihan Ikan Nila Intensif di Sukabumi: Hemat Lahan & Hasil Jutaan Ekor

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Budidaya ikan nila kini memasuki babak baru. Deni Rusmawan, seorang pembudidaya inovatif dari Jalan Cibaraja, Salajambe, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, sukses menerapkan sistem pembenihan intensif yang jauh lebih efisien daripada metode tradisional. Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan lahan bagi para peternak ikan. Pembenihan Ikan Nila Intensif Menggabungkan Ecolecting dan Inkubator RAS Sistem ini mengandalkan […]

  • child grooming SMK Pamulang

    Kasus Child Grooming Viral di SMK Pamulang, Kepala Sekolah Resmi Dipecat

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Kasus child grooming SMK Pamulang kini menyedot perhatian publik. Dugaan itu muncul dari lingkungan SMK Letris Indonesia 2 di Pamulang, Tangerang Selatan, dan menyeret nama kepala sekolah berinisial AMA—seorang figur otoritas yang justru diduga memanfaatkan posisinya untuk mendekati siswi secara tidak wajar. Kasus ini meledak setelah foto dan video yang memperlihatkan kedekatan antara AMA dengan […]

expand_less