Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Teknologi Pembenihan Ikan Nila Intensif di Sukabumi: Hemat Lahan & Hasil Jutaan Ekor

Teknologi Pembenihan Ikan Nila Intensif di Sukabumi: Hemat Lahan & Hasil Jutaan Ekor

  • account_circle donny rosady
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Budidaya ikan nila kini memasuki babak baru. Deni Rusmawan, seorang pembudidaya inovatif dari Jalan Cibaraja, Salajambe, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, sukses menerapkan sistem pembenihan intensif yang jauh lebih efisien daripada metode tradisional. Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan lahan bagi para peternak ikan.

Pembenihan Ikan Nila Intensif Menggabungkan Ecolecting dan Inkubator RAS

Sistem ini mengandalkan integrasi teknologi Ecolecting dan Inkubator RAS (Recirculating Aquaculture System). Berbeda dengan cara lama yang membiarkan telur menetas secara alami, Deni menggunakan inkubator modern.

Teknologi RAS menjaga sirkulasi air secara terus-menerus. Dengan cara ini, kualitas air, suhu, dan kadar oksigen tetap berada pada level optimal. Hasilnya, telur dan larva ikan tumbuh lebih sehat karena terhindar dari risiko kematian dini.

Efisiensi Lahan yang Luar Biasa

Salah satu keunggulan utama sistem intensif ini adalah efisiensi tempat. Mari kita bandingkan dengan metode konvensional:

  • Sistem Tradisional: Membutuhkan lahan minimal 500 hingga 700 m2 untuk satu paket pemijahan (100 jantan dan 300 betina).

  • Sistem Intensif Deni Rusmawan: Hanya memerlukan area seluas 35 m2 (ukuran 7 x 5 meter) dengan menggunakan waring atau hapa.

Lahan yang jauh lebih sempit ini justru mampu meningkatkan angka kelangsungan hidup larva. Sistem inkubator mampu mengendalikan faktor pengganggu seperti cuaca ekstrem, fluktuasi suhu, hingga ancaman predator dan induk jantan yang sering memakan telurnya sendiri.

Menggunakan Indukan Unggul “Nila Sakti”

Deni tidak hanya mengandalkan alat, tetapi juga pemilihan genetik yang tepat. Ia memilih Indukan Nila Sakti sebagai bibit utama. Varietas ini memiliki daya tahan tinggi dan kecepatan tumbuh yang luar biasa, sehingga pasar sangat meminati benih hasil produksinya.

Memasok Benih hingga ke Seluruh Indonesia

Keberhasilan teknologi ini terlihat dari angka pesanan yang masuk sepanjang tahun 2025. Deni Rusmawan mengelola pesanan hingga jutaan ekor benih untuk berbagai keperluan.

Salah satu pencapaian besarnya adalah menyuplai benih untuk Program Revitalisasi Pantura milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selain itu, ia melakukan pengiriman rutin ke berbagai pulau besar seperti:

  • Sumatera

  • Kalimantan

  • Sulawesi

  • Papua

Teknologi Pembenihan Ikan Nila Intensif ini terbukti mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus melonjak. Inovasi dari Sukabumi ini menjadi solusi cerdas, efisien, dan berkelanjutan bagi masa depan sektor perikanan budidaya di Indonesia.

  • Penulis: donny rosady
  • Editor: creative dibahas.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisata Mikutopia Batu

    Wisata Mikutopia Batu: “Negeri Jamur” Viral di Lereng Gunung Arjuno

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Kota Batu kembali menghadirkan magnet wisata baru yang langsung viral di tahun 2026, yaitu Mikutopia. Destinasi ini mengusung konsep unik “Dunia Jamur” yang sekilas mengingatkan kita pada dunia fantasi. Selain itu, tempat ini menawarkan perpaduan antara edukasi dan wahana seru di tengah sejuknya udara pegunungan. Lokasi dan Rute Menuju Mikutopia Lokasi Wisata Mikutopia Batu terletak […]

  • Sarjana Putus Asa Cari Kerja

    Fenomena 45 Ribu Sarjana Putus Asa Cari Kerja: Gelar Tinggi, Tapi Kok Susah Dapat Kerja?

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Isu struktural Sarjana Putus Asa Cari Kerja di awal tahun kembali menjadi pusat perhatian publik. Hasil riset terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia mengungkap realitas pahit di balik statistik ketenagakerjaan: melonjaknya jumlah “penduduk putus asa” (discouraged workers). Kondisi ini memicu diskusi mendalam mengenai relevansi pendidikan tinggi dengan ketersediaan lapangan kerja […]

  • Elon Musk Luncurkan Macrohard

    Elon Musk Luncurkan Macrohard, Perusahaan Software rival Microsoft yang Berbasis AI.

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Irwan
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Pada Agustus 2025, secara resmi Elon Musk luncurkan Macrohard. Inisiatif baru ini berada langsung di bawah naungan xAI. Musk menjuluki Macrohard sebagai “perusahaan perangkat lunak AI murni”. Artinya, kecerdasan buatan akan menjalankan seluruh operasional perusahaan tersebut secara total tanpa campur tangan manusia. Nama Macrohard sengaja muncul sebagai lawan kata dari Microsoft. Musk mengubah kata “Micro” […]

  • Ayam Goreng dan Sop Buntut Pak Supar Play Button

    Ayam Goreng dan Sop Buntut Pak Supar, Legenda Kuliner Semarang Yang Selalu Bikin Nagih

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Jika anda yang sedang berkunjung ke Kota Semarang tetapi mulai merasa bosan dengan lunpia atau bandeng presto? Anda wajib mengarahkan kemudi menuju salah satu lokasi Kuliner Legenda di Kota Semarang, Ayam Goreng dan Sop Buntut Pak Supar Semarang. Atau orang biasa menyebutnya Restoran Ayam Goreng Pak Supar. Restoran legendaris ini menempati bangunan di Jalan Moh. […]

  • Kelebihan dan Kekurangan Solar Cell

    Mengenal Lebih Dekat Penggunaan Solar Cell untuk Rumah Tinggal: Solusi Energi Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Saat ini, banyak pemilik hunian modern mulai melirik penerapan teknologi ramah lingkungan sebagai langkah strategis. Salah satu inovasi yang kian populer adalah penggunaan solar cell atau panel surya. Namun, Anda perlu memahami Kelebihan dan Kekurangan Solar Cell mulai dari manfaat, tantangan, serta teknis operasionalnya secara mendalam sebelum memutuskan untuk beralih ke energi surya. Oleh karena […]

  • Bye-bye Buffer! Wi-Fi 7 Resmi Hadir, Kecepatan Tembus 46 Gbps

    Bye-bye Buffer! Wi-Fi 7 Resmi Hadir, Kecepatan Tembus 46 Gbps

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Irawan
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Jakarta – Teknologi nirkabel kembali memasuki babak baru. Wi-Fi 7 resmi hadir sebagai standar koneksi paling ngebut saat ini. Nggak tanggung-tanggung, kecepatannya diklaim mampu mencapai 46 Gbps, atau hampir 5 kali lipat lebih kencang dibanding Wi-Fi 6 yang hanya kisaran 9 Gbps. Apa saja kecanggihan standar baru ini? Simak bahasannya berikut ini: Sejarah dan Kelahiran […]

expand_less