Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Fenomena 45 Ribu Sarjana Putus Asa Cari Kerja: Gelar Tinggi, Tapi Kok Susah Dapat Kerja?

Fenomena 45 Ribu Sarjana Putus Asa Cari Kerja: Gelar Tinggi, Tapi Kok Susah Dapat Kerja?

  • account_circle donny rosady
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Isu struktural Sarjana Putus Asa Cari Kerja di awal tahun kembali menjadi pusat perhatian publik. Hasil riset terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia mengungkap realitas pahit di balik statistik ketenagakerjaan: melonjaknya jumlah “penduduk putus asa” (discouraged workers).

Kondisi ini memicu diskusi mendalam mengenai relevansi pendidikan tinggi dengan ketersediaan lapangan kerja di tanah air.

Lonjakan Angka “Penduduk Putus Asa”

Dalam sebuah sesi wawancara, ekonom sekaligus peneliti LPEM FEB UI, Jahen Rezki, membedah data yang menunjukkan tren kenaikan penduduk putus asa dari 1,68 juta menjadi 1,87 juta orang dalam setahun terakhir.

Kelompok ini mencakup individu yang telah berupaya keras mencari kerja, namun akhirnya berhenti karena merasa peluang bagi mereka sudah tertutup. Berdasarkan tingkat pendidikan, data tersebut mencatat angka yang memprihatinkan:

  • 45.000 lulusan Sarjana (S1) masuk kategori putus asa.

  • 6.000 lulusan Pascasarjana (S2/S3) mengalami nasib serupa.

“Secara teoritis, pendidikan tinggi seharusnya menjamin kemudahan seseorang mendapatkan pekerjaan. Namun faktanya, sektor ekonomi saat ini masih didominasi sektor tradisional yang belum membutuhkan kualifikasi keahlian tinggi,” ujar Jahen.

Akar Masalah: Skill Mismatch dan Jebakan Sektor Informal

Jahen menekankan bahwa akar permasalahan terletak pada ketidaksesuaian keahlian (skill mismatch). Dunia pendidikan masih menerapkan kurikulum yang belum sejalan dengan kebutuhan dinamis dunia industri.

Selain itu, transisi lulusan sarjana ke pekerjaan informal—seperti pengemudi transportasi daring—menjadi “jebakan produktivitas” jangka panjang. Meskipun memberikan penghasilan instan, sektor informal tidak menawarkan perlindungan sosial dan nilai tambah optimal bagi pertumbuhan ekonomi makro.

“Pemerintah harus mengalihkan fokus dari sekadar angka kuantitas pengangguran menuju penciptaan lapangan kerja berkualitas,” tegasnya.

Daya Serap Investasi yang Menurun

Diskusi ini juga menyoroti penurunan drastis kemampuan investasi dalam menyerap tenaga kerja. Jika satu dekade lalu investasi senilai Rp1 triliun mampu menyerap hingga 2.500 tenaga kerja, kini angka tersebut merosot ke kisaran 1.200 orang.

Hambatan non-ekonomi, seperti praktik pungutan liar (bribery incidence) yang mencapai 30% pada perusahaan besar, turut menghambat ekspansi dunia usaha. Hal inilah yang menyebabkan minimnya pembukaan lowongan kerja baru yang berkualitas.

Langkah Strategis Menuju Solusi

Untuk memutus rantai keputusasaan para lulusan terdidik, LPEM UI menawarkan beberapa catatan kritis bagi pemerintah dan institusi pendidikan:

  • Integrasi Kurikulum dan Industri: Melibatkan sektor swasta dan manufaktur global dalam menyusun kurikulum agar tercipta keselarasan keahlian.

  • Menciptakan Ekosistem Bisnis yang Sehat: Menjamin kepastian hukum (rule of law) agar pelaku usaha berani melakukan ekspansi besar-besaran.

  • Investasi pada Modal Manusia: Memperkuat program upskilling dan reskilling yang relevan dengan perkembangan teknologi masa kini.

  • Fasilitasi Mobilitas Global: Membuka akses bagi tenaga kerja muda terampil untuk berkompetisi di pasar kerja internasional.

“Tugas pemerintah adalah menjadi regulator yang menciptakan ekosistem kondusif. Jika dunia usaha berkembang tanpa gangguan regulasi yang tidak perlu, kapasitas penyerapan tenaga kerja pasti akan meningkat kembali,” tutup Jahen.

Sobat dibahas, bagaimana pendapat Anda mengenai fenomena Sarjana Putus Asa Cari Kerja ini? Apakah kurikulum pendidikan saat ini sudah menjawab kebutuhan dunia kerja? Sampaikan opini Anda di kolom komentar.

  • Penulis: donny rosady
  • Editor: creative dibahas.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • manfaat ubi jalar

    Mengulas Potensi Ubi Jalar: Nutrisi, Manfaat, dan Panduan Mengolahnya

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Ubi jalar kini meraih popularitas tinggi sebagai superfood pilihan para ahli kesehatan. Bukan hanya karena rasa manis alaminya yang khas, ubi jalar juga menyediakan asupan nutrisi lengkap untuk menjaga kebugaran tubuh. Hasilnya, banyak orang mulai mengandalkan manfaat ubi jalar sebagai sumber karbohidrat sehat dalam menu harian mereka. Mengenal Keberagaman Jenis Ubi Jalar Meskipun secara umum […]

  • Estimasi Biaya Desain Rumah Menggunakan Jasa Arsitek

    Estimasi Biaya Desain Rumah Menggunakan Jasa Arsitek

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Utomo
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Merancang rumah impian adalah langkah penting dalam proses membangun hunian yang nyaman dan fungsional. Salah satu keputusan awal yang krusial adalah memilih jasa arsitek profesional. Namun, banyak orang masih bertanya-tanya: berapa estimasi biaya desain rumah menggunakan jasa arsitek? Faktor-faktor yang memengaruhi biaya desain rumah, jenis-jenis layanan arsitek, dan tips hemat menggunakan jasa arsitek dengan tanpa […]

  • Model Baru Mobil Denza Play Button

    3 Model Baru Mobil Denza yang diprediksi Siap Meluncur di Indonesia Tahun 2026

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Jakarta – Denza tampaknya tidak ingin berhenti pada lini MPV saja. Saat ini, raksasa otomotif hasil kolaborasi BYD dan Mercedes-Benz tersebut tengah menyiapkan rencana besar untuk mengguncang pasar Indonesia. Selain itu, mereka juga berniat memboyong deretan model baru mobil denza bertenaga buas sepanjang tahun 2026, mulai dari SUV pelahap medan berat hingga sedan sport masa […]

  • Plastik Kemasan

    Harga Plastik Melejit? Kupas Tuntas Dunia Plastik Kemasan, Dari Material Hingga Menjadi Produk Siap Pakai

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini menghadapi tantangan baru. Lonjakan harga plastik kemasan secara signifikan di pasaran memicu kekhawatiran pelaku usaha mengenai penurunan margin keuntungan serta mengancam daya beli masyarakat secara luas. Mengapa Harga Plastik Naik? Kenaikan harga produk berbahan dasar plastik ini bukan tanpa […]

  • Strategi Bisnis Kartika Sari

    Rahasia 50 Tahun Kartika Sari Menguasai Pasar Oleh-Oleh Bandung: Strategi Bisnis yang Tak Terkalahkan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda memperhatikan ribuan tas kuning yang memadati setiap sudut Kota Bandung? Itu bukan sekadar kemasan plastik biasa, melainkan simbol dominasi bisnis yang telah bertahan lebih dari setengah abad. Kartika Sari, raksasa oleh-oleh asal Bandung, memulai perjalanannya dari dapur rumah kecil pada tahun 1974. Bagaimana mungkin bisnis keluarga ini tetap menjadi penguasa pasar yang tak […]

  • Pembenihan Ikan Nila Intensif

    Teknologi Pembenihan Ikan Nila Intensif di Sukabumi: Hemat Lahan & Hasil Jutaan Ekor

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Budidaya ikan nila kini memasuki babak baru. Deni Rusmawan, seorang pembudidaya inovatif dari Jalan Cibaraja, Salajambe, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, sukses menerapkan sistem pembenihan intensif yang jauh lebih efisien daripada metode tradisional. Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan keterbatasan lahan bagi para peternak ikan. Pembenihan Ikan Nila Intensif Menggabungkan Ecolecting dan Inkubator RAS Sistem ini mengandalkan […]

expand_less