Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Fenomena 45 Ribu Sarjana Putus Asa Cari Kerja: Gelar Tinggi, Tapi Kok Susah Dapat Kerja?

Fenomena 45 Ribu Sarjana Putus Asa Cari Kerja: Gelar Tinggi, Tapi Kok Susah Dapat Kerja?

  • account_circle donny rosady
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Isu struktural Sarjana Putus Asa Cari Kerja di awal tahun kembali menjadi pusat perhatian publik. Hasil riset terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia mengungkap realitas pahit di balik statistik ketenagakerjaan: melonjaknya jumlah “penduduk putus asa” (discouraged workers).

Kondisi ini memicu diskusi mendalam mengenai relevansi pendidikan tinggi dengan ketersediaan lapangan kerja di tanah air.

Lonjakan Angka “Penduduk Putus Asa”

Dalam sebuah sesi wawancara, ekonom sekaligus peneliti LPEM FEB UI, Jahen Rezki, membedah data yang menunjukkan tren kenaikan penduduk putus asa dari 1,68 juta menjadi 1,87 juta orang dalam setahun terakhir.

Kelompok ini mencakup individu yang telah berupaya keras mencari kerja, namun akhirnya berhenti karena merasa peluang bagi mereka sudah tertutup. Berdasarkan tingkat pendidikan, data tersebut mencatat angka yang memprihatinkan:

  • 45.000 lulusan Sarjana (S1) masuk kategori putus asa.

  • 6.000 lulusan Pascasarjana (S2/S3) mengalami nasib serupa.

“Secara teoritis, pendidikan tinggi seharusnya menjamin kemudahan seseorang mendapatkan pekerjaan. Namun faktanya, sektor ekonomi saat ini masih didominasi sektor tradisional yang belum membutuhkan kualifikasi keahlian tinggi,” ujar Jahen.

Akar Masalah: Skill Mismatch dan Jebakan Sektor Informal

Jahen menekankan bahwa akar permasalahan terletak pada ketidaksesuaian keahlian (skill mismatch). Dunia pendidikan masih menerapkan kurikulum yang belum sejalan dengan kebutuhan dinamis dunia industri.

Selain itu, transisi lulusan sarjana ke pekerjaan informal—seperti pengemudi transportasi daring—menjadi “jebakan produktivitas” jangka panjang. Meskipun memberikan penghasilan instan, sektor informal tidak menawarkan perlindungan sosial dan nilai tambah optimal bagi pertumbuhan ekonomi makro.

“Pemerintah harus mengalihkan fokus dari sekadar angka kuantitas pengangguran menuju penciptaan lapangan kerja berkualitas,” tegasnya.

Daya Serap Investasi yang Menurun

Diskusi ini juga menyoroti penurunan drastis kemampuan investasi dalam menyerap tenaga kerja. Jika satu dekade lalu investasi senilai Rp1 triliun mampu menyerap hingga 2.500 tenaga kerja, kini angka tersebut merosot ke kisaran 1.200 orang.

Hambatan non-ekonomi, seperti praktik pungutan liar (bribery incidence) yang mencapai 30% pada perusahaan besar, turut menghambat ekspansi dunia usaha. Hal inilah yang menyebabkan minimnya pembukaan lowongan kerja baru yang berkualitas.

Langkah Strategis Menuju Solusi

Untuk memutus rantai keputusasaan para lulusan terdidik, LPEM UI menawarkan beberapa catatan kritis bagi pemerintah dan institusi pendidikan:

  • Integrasi Kurikulum dan Industri: Melibatkan sektor swasta dan manufaktur global dalam menyusun kurikulum agar tercipta keselarasan keahlian.

  • Menciptakan Ekosistem Bisnis yang Sehat: Menjamin kepastian hukum (rule of law) agar pelaku usaha berani melakukan ekspansi besar-besaran.

  • Investasi pada Modal Manusia: Memperkuat program upskilling dan reskilling yang relevan dengan perkembangan teknologi masa kini.

  • Fasilitasi Mobilitas Global: Membuka akses bagi tenaga kerja muda terampil untuk berkompetisi di pasar kerja internasional.

“Tugas pemerintah adalah menjadi regulator yang menciptakan ekosistem kondusif. Jika dunia usaha berkembang tanpa gangguan regulasi yang tidak perlu, kapasitas penyerapan tenaga kerja pasti akan meningkat kembali,” tutup Jahen.

Sobat dibahas, bagaimana pendapat Anda mengenai fenomena Sarjana Putus Asa Cari Kerja ini? Apakah kurikulum pendidikan saat ini sudah menjawab kebutuhan dunia kerja? Sampaikan opini Anda di kolom komentar.

  • Penulis: donny rosady
  • Editor: creative dibahas.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indomobil E-Motor QT Pro

    Indomobil E-Motor QT Pro: Motor Listrik Rp18 Jutaan yang Bikin Penasaran

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Indomobil baru saja terjun ke pasar motor listrik. Mereka langsung membawa Indomobil E-Motor QT Pro dengan harga di bawah Rp20 juta. Tersedia dalam dua varian, yakni Standar yang harganya mulai Rp15 juta, dan varian Pro yang menjadi fokus ulasan ini. Varian Pro ini berharga Rp18,8 juta OTR Jakarta. Mirip Angsa yang Mengerami Telur Kesan pertama […]

  • Resep Ayam Goreng Lengkuas Empuk dan Gurih

    Resep Ayam Ungkep Goreng Lengkuas: Gurih, Empuk, dan Bisa Frozen Food!

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Banyak orang mencari resep ayam goreng lengkuas karena cita rasanya yang khas Indonesia banget. Gurihnya daging ayam berpadu sempurna dengan taburan serundeng lengkuas yang renyah, sehingga mampu menggugah selera makan seluruh anggota keluarga. Kelebihan utama dari menu ini terletak pada kepraktisannya. Anda bisa memasak dalam jumlah banyak sekaligus, lalu menyimpannya sebagai stok frozen food yang […]

  • Strategi Investasi Properti

    Jangan Tertipu Flexing! Waspada Sisi Gelap Investasi Properti yang Bisa Bikin Bangkrut Total

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Media sosial saat ini sering kali menampilkan narasi keberhasilan investasi properti yang tampak sangat mudah. Sebagai contoh, kita kerap melihat konten tentang individu yang membangun portofolio besar dalam waktu singkat. Namun, calon investor yang bijak harus melihat melampaui tampilan tersebut, memahami dinamika industri yang sebenarnya dan mengetahui Strategi Investasi Properti terbaik. Secara investigatif, banyak narasi […]

  • Harga BBM Indonesia

    Minyak Dunia Tembus $100? Menkeu Purbaya Bongkar Rahasia Harga BBM Indonesia Tak Ikut Naik

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Ketidakpastian geopolitik global saat ini memicu fluktuasi tajam pada harga komoditas, terutama minyak mentah dunia. Fenomena ini tentu membuat masyarakat Indonesia mulai bertanya-tanya: sampai kapan pemerintah mampu menjaga stabilitas harga BBM di dalam negeri? Menariknya, saat banyak negara tetangga mulai menyerah dan menaikkan harga bahan bakar secara drastis, Indonesia justru tampak sangat tenang. Hal ini […]

  • Estimasi Biaya Desain Rumah Menggunakan Jasa Arsitek

    Estimasi Biaya Desain Rumah Menggunakan Jasa Arsitek

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Utomo
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Merancang rumah impian adalah langkah penting dalam proses membangun hunian yang nyaman dan fungsional. Salah satu keputusan awal yang krusial adalah memilih jasa arsitek profesional. Namun, banyak orang masih bertanya-tanya: berapa estimasi biaya desain rumah menggunakan jasa arsitek? Faktor-faktor yang memengaruhi biaya desain rumah, jenis-jenis layanan arsitek, dan tips hemat menggunakan jasa arsitek dengan tanpa […]

  • Land Rover Defender Pemkot Samarinda

    Disewa 160jt per Bulan oleh Pemkot Samarinda, Simak Detail Spesifikasi dan Harga Land Rover Defender

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle donny rosady
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Dunia maya belakangan ini riuh oleh perbincangan hangat mengenai pengadaan kendaraan operasional Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Sebuah unit SUV legendaris, Land Rover Defender yang disewa Pemkot Samarinda, mendadak viral lantaran nilai sewanya yang dianggap cukup fantastis oleh sebagian kalangan masyarakat. Angka Rp160 juta per bulan atau total sekitar Rp5,76 miliar dalam kurun waktu tiga tahun […]

expand_less